PagesList

Monday, August 20, 2012

Orang yang Tepat untuk Curhat

Orang yang tepat untuk curhat. Curhat yang tepat ke siapa orang nya ya? Sebelum menjawab pertanyaan teresebut, yang sering curhat biasanya masa masa remaja. Saat usia kamu remaja, kamu baru tumbuh besar dan biasanya pula sendang mencari jati diri remaja makanya tak jarang kamu melakukan curahat demi mendapat nasihat. Itu hal yang bagus karena dari situ menunjukan keterbukaan kamu dalam menerima informasi dan belajar dari pengalaman orang untuk menambah wawasnya dalam membentuk pola pikir kamu.

Yang justri saya khawatirkan kalau kamu salah memilih tempat curhat. Atau kalau kamu tidak mau berbagi apa yang kamu rasakan ke lingkungan sekitar. Coba kita lihat ya, pernah memperhatikan beberapa anak yang orang tuanya guru ngaji, atau anak orang besar lainya, tapi anak itu ternyata kelakuannya jauh dari orang tuanya. Saya pikir itu tidak sedikit, dan saya kira di lingkunganmu juga salah satunya ada. Orang tuanya orang baik baik, bahkan boleh di bilang punya ilmu dan pendidikan yang tinggi namun justru anakny malah punya sikap yang boleh di bilang brandal atau nakal.

Kadang pernah terpikir ga kenapa seperti itu? Apakah salah orang tuanya? Padahal orang tuanya sering mengajarkan kebaikan bagi orang lain, namun ironinya dalam keluarganya ternyata ada yang ‘unik’. Ehm, kalau saya pikir dan saya rasakan, kelakuan anaknya yang sebenarnya tidak di ketahui keluarganya, terutama orang tua. Jadi orang tuanya kadang taunya si anak baik baik saja karena di rumahnya memang si anak itu menunjukkan sikap yang baik. Tapi begitu di lingkungan, dimana tidak ada pengawasan, si anak mulai merasakan kebebasannya sehingga ia bertindak semaunya.
Mungkin si anaknya sebenarnya baik, hanya saja ia kurang di perhatikan dari hal hal tertentu dan berusaha mencari hal yang bisa menutupi kelemahanya. Atau dia berusaha menampilkan ke gelisahannya namun orang tuanya mengekang atau bahkan bisa jadi menyalahkannya, sehingga ia lebih baik bersembunyi sembunyi dalam kesalahanya. 
Saya pun pernah mengalami hal yang serupa waktu remaja, ketika mengalami permasalahan namun justru orang tua menambah permasalahan, dan terkadang menyalahkan. Kemudian saya berusaha mencari seseorang dan sosok, saya memilih si A, saya pikir dia pun akan menyalahkan. Kalau saya bertanya ke si B, baik si tapi dia tidak bisa memberikan masukan. Lalu saya pilih si C, mungkin saja dia mungkin bisa saja menentang. Akhirnya pula, saya pun mulai berpikir dan memilah milih. Kemudian saya coba mencari jalan sambil refreshing, saya main ke bude (kaka nya ibu) yang saat itu di temanggung dan saya kost di purwokerto.

Dan sesuai rencana, ternyata bude melihat kegelisahan tersebut dan akhirnya saya pun bisa bercerita dengan nyaman tanpa takut di salahkan. Termasuk sikap orang tua saya yang ‘tidak meng-enak kan’ bagi saya waktu itu. Saya berfikir kenapa saya memilih bude saya, karena saya melihat beliau punya anak yang usianya lebih besar dari saya, kaka sepupu saya, sehingga saya pikir beliau bisa mengerti kegalauan saya waktu itu.

Kadang kala, kita di saat usia remaja bukanya kita tidak mau menjalankan printah orang tua atau agama sekalipun. Namun kita membutuhkan posisi atau masa yang tepat untuk bisa menerima itu semua. Soalya kita tidak lagi anak kecil, kita sudah mulai berpikir mengapa dan kenapa? Kadang kala orang tua sering mengangap kita sebagai anak kecil yang hanya di suruh ini dan itu, tidak boleh ini dan itu. Oleh karnanya Kita membutuhkan orang yang bisa menerjemahkan perintah orang tua atau perintah agama sekalipun. Orang yang tidak menyalahkan, namun bisa member masukan. Yang bisa menjaga rahasia sekaligus memotifasi kita. Seseorang dari keluarga misalnya, atau orang yang anda angap punya reputasi baik di dalam permikirannya.

Orang yang Tepat untuk Curhat

Namun pada akhirnya orang tualah orang yang tepat untuk curhat. Ya memang tidak langsung bisa menerimanya, karena terus terang menjadi hal yang aneh kalau kita bercerita ‘permasalahan’ ke orang tua. Namun coba di pikir baik baik, siapapun teman curhat anda (seperti cerita sebelumnya), ia masih orang lain.  Yang bisa saja punya maksud dan tujuan tertentu kepada anda. Namun namanya orang tua, tidak pernah bermaksud untuk mencelakakan anaknya sendiri. Dengan kamu bercerita kepada orang tua, kamu telah membantu diri mu sendiri agar lebih bisa di mengerti dan kamu pun membatu orang tuamu lebih bijak sana dalam bersikap. Ingat, mereka juga baru pertama kali menjadi orang tua, jadi merekapun perlu belajar dari anaknya. Oleh karenanya kamu butuh proses untuk bisa menjadikan orang tuamu tempat bercerita.

Alasan kedua kamu bisa dapat ilmu yang lebih besar dari orang tuamu. Misalnya orang tuamu adalah ahli psikologi atau guru ngaji sekalipun, ia sering menerima pasien atau melakukan pendampingan psikologi. Dan ketika kamu bercerita padanya, kamu pun akan mendapakan semua ilmu yang dia punya. Masa dia bisa mengajar atau memberi tahu orang lain tapi tidak bisa member tahu kamu, kan aneh ya ga?

Jadi, pada akhir cerita, anda akan bisa menentukan sendiri siapa kira kira Orang yang Tepat untuk Curhat

34 comments:

  1. pertamax gan kunjungan pagi . .
    masih dibalut suasana lebaran

    ReplyDelete
  2. tidak ada tempat yang nyaman untuk curhat selain orang tua sobat...

    ReplyDelete
  3. memang betul banyak orang tua suka nyalahin anaknya ketika si anak curhat, itu seperti melempar tanggung jawab :(

    maka si anak pun mulai curhat di berbagai jalur, misalnya anggota keluarga yg lain, teman, atau internet (curhat di blog, forum, dll)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya gan, kasihan juga mereka. padahal ga semuanya kesalahan dari mereka, harusnya mereka di bimbing bukan malah di salahkan. takut mentalnya tergangu aja, :D

      Delete
  4. Yah, tidak selamanya seseorang itu tepat untuk curhat
    Begitu juga dengan orang tua, kalau waktunya tidak tepat yah percuma juga sih
    Misal, kita curhat waktu orang tua juga banyak pikiran, yang ada malah kena sembur -.-v

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener juga ya gan. kadang kalau lagi gitu, dia malah jadi suntuk dan BT. ente pengalaman sepertinya.

      Delete
  5. Replies
    1. ehm. kadang emang gitu gan. tapi ga ada salahnya juga di coba gan. :D

      Delete
  6. wahhh kita harus hati2 kalo curhat nih, jangan mudah percaya sama orang...
    bisa2 aib kita tersebar loh

    ReplyDelete
  7. tapi kalau curhat sama ortu pasti ujungnya diceritain n jadi malu hehehe, kalau sama temen pas lagi marahan pasti di bocorin hemmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih parahan di bocorin ke temen gan. kalau orang tua menceritakan aib, sifatnya lebih ke becanda. lagi juga kita kan bisa protes, kalau orang tua menceritakan aib kita, sama aja menceritakan kejelekannya sendiri. gitu gan.

      Delete
  8. memang curhat itu penting, tapi coba mencari sahabat teman curhat yg benar2 baik, yg gk bakalan mensusuk dari belakang.

    ReplyDelete
  9. underground404 pindah ke blogger-ska.blogspot.com mas, hehexD
    minal aidzin wal faidzin mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sama ya gan, ane juga minta maaf kalau da salah salah kata.

      Delete
  10. Terus terang saya tidak pernah curhat langsung pada orang tua, karena selama ini saya berpikir, saya tidak ingin orang tua saya tahu kalau saya sedang dapat masalah, karena itu bisa membuat mereka jadi khawatir. Curhatan saya justru saya tujukan pada sahabat saya yg saling berjauhan dengan saya. Tapi akhirnya orang tua saya suka jadi tahu deh apa yang sedang saya alami, lalu sayapun curhat deh sama mereha hehe...begitulah akhirnya. Tuh kan saya jadi curhat disini hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu dia yang di takutkan gan, orang tua malah taunya belakangan. kan jadi ga enak. ya ga gan?

      Delete
  11. seberat apapun parmasalahan saya
    aku selalu curhat ke orang tua
    selain menggoreskan kata kata
    dari hati sebagai sumber nyata...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba. orang tua selalu memberikan yang terbaik yang mereka bisa.

      Delete
  12. nanti kalo udah menikah, istrilah tempat paling nyaman untuk diajak cerita. dia penjagA gawang perasaan kita. tapi manakala kita punya masalah dengan istri, anaklah yang menjadi ajang curhat dengan bahas yang tepat dan bijak tentu saja. sehingga masalah keluarga tidak kebawa keluar lapangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ou gitu ya bang. ehm, dapat masukan dan inspirasi baru nie bang.

      Delete
  13. Pandai2 mencari teman curhat n pandai jg dalam mengemukakan isi curhatan kita..
    Teman curhat yg terbaik adalah orang tua ..seperti kisah sobat yg pernah lakuin.. :) tdk menutup kmungkinan curhat bisa kita sampaikan dgn bibi atau paman.bude atau pade kita...toh mereka jg orang tua kita...mengenai kerahasian tentu safety 99%.. Hehe..

    ReplyDelete
  14. kalo ama ortu bukan cuman curhat kawan. sekalian laporan juga bisa tuh! hehehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi kalau masalah uang ya gan. bisa sekalian ya .. hehehe.

      Delete
  15. wah lama nih gw kagak kemari :D

    Artikelnya selalu menarik untuk di baca

    Sep deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya alhamdulilah gan, cuma membagi apa yang kita bisa.

      Delete
  16. Orangtua adalah Teman, Sahabat, Soudara...
    :D

    ReplyDelete