Antara Mata dan Telinga

Share Article : Tweet This FB Share Email Share

oleh cerita anak kost on Friday, May 11, 2012

Artikel Terbaru
Antara mata dan telinga - Kemarin (10 kemis 2012) media indonesia membahas perayaan hari glaukoma sedunia yang di rayakan oleh rumah sakit aini dengan mengadakan seminar bertajuk 'jangan biarkan hidupmu gelap oleh glaukoma'. Glaukoma merupakan penyakit serius yang menyerang mata dan sayangnya penyakit ini tidak bisa di sembukhan dan dapat menimbukan kebutaan permanen.

Mata adalah jendela dunia dimana dengan mata 83% informasi kita terima dan kita proses di otak. Namun penyakit glaukoma ini bisa menjadi penutup dari informasi yang kita terima dari mata. Glaukoma adalah penyakit yang di timbulkan oleh saraf, memiliki dua varian, gluakoma primer dan sekunder. Berbeda dengan gluakoma primer yang lebih cenderung di turunkan dari keluarga, glaukoma sekunder dapat terjadi karena tekanan darah tinggi tekanan darah rendah, diabetes ataupun mingren.

Gluakoma memang menyebabkan kebutaan, namun kalau hal tersebut dibandingkan dengan kehilangan pendengaran, apa jawaban anda? lebih  penting mana antara mata dan telinga? Ga punya mata, kita ga bisa melihat keindahan dunia ini dan kalau kita tidak memiliki telinga kita tidak bisa mendengar lantunan suara nan merdu. Pilihan yang sulit, mungkin anda lebih memilih mempertahankan mata karena bisa melihat warna dan indahnya dunia,bukan begitu?

Antara Mata dan Telinga
Mata dan telinga adalah sarana yang amat penting, karena dengan kedua indra tersebut kita bisa menerima informasi. Makanya ada dalam suatu keyakinan bahwa orang yang tidak memiliki kemampuan melihat serta mendengar maka ia di bebasakan dari semua hukum agama. Ya itu adil, ia tidak bisa memerima ajaran mana yang benar dan mana yang keliru sehingga ketika ia berbuat salah, ia tidak dikenakan dosa.

Dengan mata maka kita bisa melihat semua informasi sekalipun ada di unjung dunia, pakai internet misalnya. Mata kita bisa melihat keindanan dan kecantikan rupa. Juga dengan mata hal itu bisa menjadi ladang dosa. Karena mata, nafsu bisa mendera akhirnya agama jadi nomer sekian yang penting nafsu terpuaskan.

Tapi mata punya kelemahan? kalau tidak ada cahaya, maka kita tidak bisa melihat. Di dalam ruang gelap misalnya, bisa kah mata melihat? di samping itu mata bisa kita kendalikan, pejam kan saja mata sudah tidak bisa apa apa. Atau bahkan ketika muka ini menoleh ke sebelah, ia bisa mengalihkan pangangannya sehingga tidak mampu melihat.

Lain halnya dengan telinga, organ ini yang pertama berfungsi pada manusia. Olehkarenanya ketika ada anak lahir ke dunia, dianjurkan adzan dan ikomah di telingganya. Sementara matanya? masih belum terbuka. Kehebatan dari telinga ia tidak membutuhkan apa apa untuk bisa mendengar, bahkan dalam gelap ia masih bisa melakukan fungsinya.

Telinga adalah indra yang tidak pernah istirahat. Ketika seseorang tidur, maka ia akan mengistirahatkan matanya namun tidak dengan telinganya. Goyangkan tanganmu di depan matanya yang terpejam, ia tidak akan bereaksi apa apa. Namun sekali saja ia mendengar suara yang menggangu, ia akan terbangun dari tidurnya.

Telinga juga organ yang paling sensitif bagi tingkah laku kita. Misalnya, ketika kita mendengar sutu kabar (biasanya yang kurang enak) maka hati kita akan berdebar dan berusaha mencari kebenaran dengan 'mata kepalanya' sendiri. Pembuktian lewat mata menjadi hal yang kedua setelah telinga. Begitu pula dengan profokasi, gosip atau fitnah. Orang akan lebih mudah terpancing emosinya lewat apa yang dia dengar daripada apa yang dia lihat.

Oleh karena telinga tidak bisa kita kendalikan, maka hati ini yang menjadi filter. Kita sendiri yang harus memilah dan memilih mana yang pantas kita dengar, dengan meninggalkan pembicaraan daripada akhirnya mendahulukan perasaan.

Jaga telingamu, karena pendengaran adalah organ manusia yang pertama kali bekerja di dunia dan yang pertama bekerja bila akhirat tiba.

drieant Cerita Anak Kost Updated at: Friday, May 11, 2012