Pemilukada DKI 2 Makin Memanas

Share Article : Tweet This FB Share Email Share

oleh cerita anak kost on Tuesday, August 28, 2012


Pemilukada DKI 2 Makin Memanas. Suasana politik menjelang pemilihan umum gubernur DKI putaran ke dua semakin terasa panas. Pemilu gubernur yang seyogyanya akan di laksanakan pada 20 September 2012 ternyata terjadi beberapa gesekan politik. Masih kita ingat beberapa waktu lalu Roma Irama atau yang biasa di sapa dengan bang haji ikut tersandung yang mengakibatkan dirinya di berurusan dengan KPU. Beberapa hari ini pun demikian, video youtube yang mengancam kaum non pribumi dan mengarahkan kesatu pilihan tertentu pada pilkada DKI akhirnya di hapus.

Pemilukada DKI 2 Makin Memanas

Belum lagi kasus kebakaran yang marak terjadi di masa libur lebaran, ada yang beropini itu dilakukan dengan sengaja karena daerah yang terjadi kebakaran merupakan basis salah satu pasangan calon. Tak tanggung tanggung, lebih dari 30 kebakaran yang terjadi.

Satu fenomena yang biasa dalam politik, dimana setiap orang dari partai atau pendukung akan berharap orang yang di usungnya menang dalam pemilu DKI ini. Maka apabila terjadi gesekan politik, di sadari atau tidak pasti ada maksud dan tujuannya terhadap salah satu partai. Entah itu memang di sengaja, atau yang tadinya tidak sengaja di manfaakan untuk memberikan keuntungan besar terhadap salah satu calon.

Pemilu Gubernur DKI 2 Semakin Memanas

Saya sendiri pun bukan pengamat atau orang yang ahli poliktik, tapi saya sebagai orang awam menilai kenapa harus terjadi pergesekan politik tersebut. Kalau di jawab wajar, di mana letak kewajarannya? Saya hanya menilai kenapa kita tidak mengutamakan kepentingan banyak orang dari pada kepentingan golongan, satu hal yang bangsa ini telah jarang melakukan. Akhirnya norma pancasila yang telah di ajarkan besar besaran di dalam sekolah pun hanya jadi pelajaran, tidak pernah di praktekkan.

Kalau memang salah satu ada yang unggul, biarkan dia unggul, toh kalau nantinya dia kepilih semua orang pun akan merasakan keanamanan dan kenyamanan, rakyat akan senang. Bukan kah kita di ajarkan dari rakyat untuk rakyat dan akan kembali kerakyat, jadi di sini lah rakyat yang memang jadi tujuan, bukan partai. Kalau salah satu partai mengang, dan akhirnya si gubernur lala lolo, ga tegas dan bertangung jawab apalagi lempar tanggung jawab? rakyat juga yang sengsara.

Apalagi ini DKI, suatu daerah dimana Indonesia berpusat. Saya rasa rakyat sudah jelas dan pandai bisa melihat siapa yang memang pantas, rakyat sudah terlalu banyak di bohonggi oleh orang orang yang katanya pintar tapi justru 'minteri' masyarakatnya. Namun terkadang, orang yang sudah jelas memang ‘bagus’ ternyata terpinggirkan, entah kenapa dengan bangsa ini, apa ‘orang orang elit’ alergi dengan pemimpin yang ‘bagus’, yang bisa mensejahterakan rakyat. Atau memang ‘orang orang elit’ tidak mau rakyatnya maju dan makmur.
Apakah ini demokrasi, dimana orang bebas memilih dan berekspresi. Tapi sekali lagi, rakyat tidak perlu demokrasi, rakyat haya perlu sesuap nasi, sebuah kemakmuran. Selama ini demokrasi hanya sebuah mainan kaum elit dimana semua bisa di putar balikan sekehendak hati, rakyat juga yang akhirnya sakit hati. 
Saya sebagai seorang personal yang hanya tinggal di sebrang jakarta hanya bisa menontong dan mendukung, agar pemilu DKI ini menjadi ajang yang baik untuk rakyat DKI sendiri. Saya berharap akan tampil seorang pemimpin yang tegas, yang memang membela kepentingan rakyat bukang kepentingan pejabat. Dan akhirnya pemimpin tersebut dapat memajukan bangsa ini walau dengan Pemilukada DKI 2 Makin Memanas.
Fariza Indrianto Cerita Anak Kost Updated at: Tuesday, August 28, 2012

{ 41 komentar... read them below or add one }

Asis Sugianto said... Reply Comment

siapapun pemenang menjadi kepala daerah di jakarta hendaklah bisa memgang amanat dari rakyat yang memilihnya

Yuyud said... Reply Comment

Saya bukan orang dki sob. Hehehe.

teropongku.com said... Reply Comment

Saya bukan DKI mas, hehe. tapi cukup ngikutin perkembangannya juga sih karena media nasional cukup mengexpose.

Btw, Templatenya ganti ya, saya masih srek sama yang dulu

Adi Pradana said... Reply Comment

semoga jogja aman tidak seperti DKI. dan tetap istimewa...

best regard,
boomberita.blogspot.com

muroi-elbarezy said... Reply Comment

ane rasa masyarakat kita belum pada melek politik gan, entah itu di daerah atawa di DKI sekalipun, masih banyak yang terjebak dengan prgmatisme politik....

semoga DKI diberi pemimpin yang adil, bersih dan profesional

zachflazz said... Reply Comment

sportivitas. harga yang mahal untuk mendapatkan watak itu. pendidikan kita gagal untuk membentuk manusia yang sportif? sepertinya demikian. agama? hanya simbol ternyata buat sementara orang.

potret itu ada di banyak pilkada.

saya hanya teringat pilkada DKI 5 tahun lalu. pihak yang kalah bahkan dengan santun mengajak pendukungnya untuk mendukung pembangunan yang dipimpin oleh yang menang. simpatik bukan..

rupi-adam said... Reply Comment

angkat tangan deh kalau masalah politik. Paling ga suka.
No comment om drieant

Bayu Handono said... Reply Comment

saking berambisinya tuh .. haha

Anak Rantau said... Reply Comment

Hehehe... terharu saya sob ngebacanya,
Rakyat tidak butuh demokrasi, tapi rakyat butuh sesuap nasi.

Politik, ah... pusing kalo dipikirin sob :D

Thanjawa Arif said... Reply Comment

saya juga sedang menonton nih sob, mudah-mudahan lancar dengan penuh kebesaran jiwa bagi kontestan,tim suksesnya maupun pendukung-pendukungnya

anisayu said... Reply Comment

cuaca mengganas di jakarta
ikut memanas pemilukada...

berita hangat politik ini :)

Drieant said... Reply Comment

@zach. ya bang, sekarang sportifitas telah mati karena gengsi, smua di lindas habis oleh namanya emosi untuk jadi penguasa. dengan menghalalkan segala cara seolah hidup tidak pernah mati dan tidak pernah di mintai tanggung jawab di akhirat nanti.

cak oni said... Reply Comment

yang penting yang terpilih bisa membawa jakarta menjadi ibukota yang lebih bagus,tidak macet dan damai

Aldio Blog said... Reply Comment

No comment om kalau soal politik2 :)
paling ujung nyah gk jauh dari ******

Ahmad Suwito said... Reply Comment

politik lebih kejam daripada koment jorok di blog punya orang gan....
menurut saya gitu...

Djangkaru Bumi said... Reply Comment

Saya mendukung pasangan yang fresh karena saya ingin ada penyegaran. bosan dengan yang lama.

Alam Perwira said... Reply Comment

pemerintah salah milih ideologi demokrasi, seharusnya ideologi khilafah yang sudah terbukti makmurrrr :)

Ario Antoko said... Reply Comment

Seram kalau beneran sampai terjadi....

Benny Dwi said... Reply Comment

parah, sangking ambisinya sampe ada modus kebakaran gitu
wkkwkwkwk :))

Zevin said... Reply Comment

Kira2 siapa nantinya yg terpilih memimpin Jakarta ya?

Rudy Arra said... Reply Comment

Entah kenapa saya selalu berpandangan skeptis dengan politik, lebih tepatnya pada para pelakunya. Disisi lain justru saya merasa menjadi orang yang munafik, karena harus memilih dan rela dipimpin oleh orang-orang yang justru tidak saya percaya, bukan apa-apa, karena memang tidak ada pilihan lain.

Saya yakin ada beberapa dari mereka yang bersungguh-sungguh menjalankan amanat rakyat, tapi tidak akan ada artinya jika 'pembelot' justru lebih banyak. Itu hanya pandangan saya saja, saya yang hanya seorang bodoh dan harus rela untuk terus dibodohi.

Sebenarnya saya mau curhat lebih banyak lagi. Andai saja ada Mamah Dedeh disini. :D

budi os 19 said... Reply Comment

Warga kini sdh cerdas dalam memilih.. :)
Kita lihat nanti Di 20 september mendatang.. :D

teropongku.com said... Reply Comment

tampilan dulu menurut saya nggak terlalu lemot sih, malah lemotan yang ini. terlalu sederhana sih nggak, tapi kesan unik (putih-biru) dari cerita anak kost yang nggak telihat lagi, gitu aja sih

teropongku.com said... Reply Comment

Desainnya juga kurang idup sih, tapi entahlah kalo pengunjung blogmu suka ya terusin ajah.

Arriyadh Prayugo said... Reply Comment

hmmm.... yg penting mainnya sportif aja deh. walaupun saya bukan warga DKI. tapi saya terus mengikuti perkembangan pemilukada DKI lho sob :-D

agus bg said... Reply Comment

iya sob mungkin itulah politik di negeri ini, ane juga kurang paham masalah politik, semoga aja yang menang dapat memimpin yang lebih baik dan merangkul calon yang kalah sehingga tidak ada perselisihan...

Bung Penho said... Reply Comment

Saya juga heran, masih ada saja orang2 menggunakan agama dan suku sebagai tameng politiknya. btw, mudah2an seluruh warga Jakarta sebagai warga ibukota yg tinggal di pusat pemerintahan negara ini memiliki intelektual yg lebih dari penduduk yg tinggal di daerah2. bukan maksud saya mendeskriditkan warga di daerah, tetapi ini sebagai tolak ukur sebuah negara yg berpancasila dan berbhineka tunggal ika.

Dadi Heryana said... Reply Comment

emmh, semoga saja calon-calon tersebut bisa mempertanggung jawabkan janji-jani mereka jika terpilih nanti. bukan hanya menjadi sekedar janji semata tanpa bukti.

annash mobilepc said... Reply Comment

kalau ane pilih luna maya aja.he

Penyuluh Perikanan said... Reply Comment

Informasi yang mantap kawan.
Terima kasih

ADZ-DZIKRA PURAMELATI said... Reply Comment

Info dari PPATK bahwa Provinsi DKI Jakarta sekarang adalah Provinsi Terkorup, masa sih PPATK berbohong,????????????

Drieant said... Reply Comment

@asis. itu yang jarang sob. biasnya kalau ud di atas lupa dia ma yang di bawah, lupa di ma janjinya

Drieant said... Reply Comment

@anak rantau. iya gan, demokrasi sudah di politisasi, jadi precuma. mending langsung tunjukin hasilnya ada dah, ga usah berbelit belit atas nama demokrasi. ya ga gan?

Drieant said... Reply Comment

@djangkau bumi. iya gan, yang baru terlihat lebih berkarakter dan membela rakyat. yang lama? ehm, ud tau kerjanya kaya gimana lah. :(

Drieant said... Reply Comment

@alam. iya juga ya bang, pancasila malah jadi premainan kaum elit, mendin idiologi sperti itu, yang mencuri potong tanggan dan yang korupsi, potong leher kali ya.

Drieant said... Reply Comment

@ruddy arya. loh ko mamah dedeh? ehm, iya ya gan. kita harus memilih walaupun pilihannya jelek, dan emang benar, jelek juga dia mimpin. tapi kenapa yang jelek malah berkoar koar supaya di pilih ya? memalukan sekali, padahal dia ga bisa apa apa? ngeri lah negri ini. penuh intrik

Drieant said... Reply Comment

@budi. iya gan, saya kira mereka cukup jelas, ga perlu main kaya gini mereka akan bisa memilih mana yang baik untuk jadi pemimpin. ya ga gan?

Drieant said... Reply Comment

@bung peno. iya ya bang, ko masih ada aja yang make tameng SARA untuk politiknya. ehm, saya kira warga jakarta cukup cedas, dan semoga saja begitu sebagai tolak ukur.

Drieant said... Reply Comment

@adz. ehm, ya juga mungkin ya gan. emang jakarta sarrangnya korupsi kali. kan ada si anggota di sni. heheh. bisa jadi :D

dayan atdayyan said... Reply Comment

siapa pun pemenangnya, yang penting bisa membawa jakarta menuju lebih baik lagi,

komen balik: http://atdyn.blogspot.com/2012/08/carmallcom-solusi-praktis-cari-mobil.html

Tebak Ini Siapa said... Reply Comment

Lala lolo tuh bahasa jawa ya mas? Hehehe...
Aku milih siapa ya besok. Kemarin aja gak milih hmmm...
Eh tampilan sekarang lebih enak mas :D

Post a Comment