Sikap Terhadap Keadaan

Share Article : Tweet This FB Share Email Share

oleh cerita anak kost on Saturday, August 18, 2012


Sikap Terhadap Keadaan. Pada suatu masa di sebuah rumah sakit terdapa dua orang pasien yang sakit sangat parah. Mereka tidak memiliki hiburan apapun di rumah sakit tersebut, walaupun demikian kedua pasien tersebut sangat akrab dan persahaban terjalin sangat erat di antara mereka. Mereka saling menceritakan setiap permasalahkan satu dengan yang lain. Keluarga, liburan, kehidupan sampai seluruh hidup mereka yang menyenangkan selalu mereka bagikan.

Karena penyakit yang mereka derita tidak mengijinkan mereka untuk berpindah, jadi mereka hanya bisa berbaring di tempat tidur. Namun satu orang lebih beruntung, ia mendapatkan tempat di sebelah jendela. Sebagai bagian dari perawatan, sang pasien ini bisa duduk di tempat tidur selama sejam dalam sehari. Pada suatu waktu ia menceritakan kepada temannya tentang dunia luar yang ia lihat dari jendela. Menceritakan tentang pemandangan indah, sebuah telaga yang tenang dan banyak orang yang melewati waktu di tempat tersebut.

Sikap Terhadap Keadaan

Teman yang hanya bisa berbaring mendengarakan penjelasan tersebut dengan seksama. Hari berikutnya temannya yang berada di jendela menceritakan tentang sebuah perayaan di pinggir telaga, perayaan sederhana sebuah keluarga yang sangat menyenangkan. Semua di penuhi oleh suka cita. Di hari berikutnya ia menceritakan tentang sebuah pawai kecil yang melewati jalan di telaga tersebut, penuh dengan anak anak yang riang dan saling berkejaran satu sama lain.

Suasana yang di gambarkan begitu indah dan nyata sehingga setah sekian kali mendengarkan penjelasan temannya yang ada di dekat jendela, ia berpikir bahwa tidak adil ia mendapatkan posisi dekat jendela sementara ia hanya bisa berabaring di tempat tidur. Akhirnya kecemburuan tersebut masuk kedalam diri pasien dan membuat kesehatannya semakin memburuk karena pikirannya yang membanding bandingkan.
Pada suatu sore, temannya yang berada di sebelah jendela mengalami kesulitan bernafas. Ia batuk batuk dan tercekik karena tidak bisa menekan tombol untuk memangil perawat. Lelaki di sebelahnya yang haya bisa berbaring dan frustasi karena kecemburuan, ia hanya bisa diam saja menyaksikan perjuangan teman yang di sebelahnya.

Keesokan paginya, ia mendapati pasien yang berada di sebelah jendela ternyata telah meninggal. Setelah sekian lama, lelaki yang hanya bisa berbaring meminta kepada perawat agar ia bisa pindah ke sebelah jendela. Dan kemudian perawat mengabulkannya. Setelah ia dipindahkan, ia pun berjuang untuk bisa melihat keluar jendela, dengan penuh semangat dan perjuangan untuk bisa melihat dunia luar seperti yang di ceritakan temannya. Namun apa yang ia lihat? Ia menyadari bahwa jendela menghadap ke sebuah dinding kosong.

Renungan

Mungkin sebagian dari kalian permah membaca kisah di atas, kisah di atas di ambil dari sebuah artikel terkenal berjudul The Windows. Pelajaran yang bisa di dambil dari cerita diatas adalah tentang sebuah sikap.

Terkadang sikap kita terhadap sesuatu menunjukan cara pandang kita dalam menghadapi kehidupan. Orang yang memiliki sikap yang benar, selalu memandang hidup dengan penuh semangat dan suka cita. Mungkin kita tidak bisa merubah masalahnya, masalah tersebut akan tetap ada dan harus kita lalui. Namun kita bisa merubah cara pandang kita terhadap masalah yang sedang kita hadapi. Seperti kata kata bijak dari seseorangyang mengatakan :
Mungkin saya tidak dapat mengubah dunia yang saya lihat di sekeliling saya, namaun saya bisa mengubah cara yana melihat dunia dalam diri saya.

Semoga bisa di ambil pelajaran dari Sikap Terhadap Keadaan
Fariza Indrianto Cerita Anak Kost Updated at: Saturday, August 18, 2012

{ 30 komentar... read them below or add one }

insanicita.blogspot.com said... Reply Comment

kenyataan tidak sesuai dengan yg dibayangkannya...nice sob

Asis Sugianto said... Reply Comment

Terima kasih banyak untuk renungannya sobat...

Alam Perwira said... Reply Comment

quote terakhir paling saya suka :)

muroi-elbarezy said... Reply Comment

Maaf OTT,
Teruntuk semua Sobat Muro’i El-Barezy, diri ini hanyalah manusia biasa yang tak luput dari segala khilaf dan dosa serta prasangka. Di penghujung bulan yang penuh berkah ini saya selaku Admin blog Muro’i El-Barezy, memohon maaf atas perkataan lewat tulisan baik yang disengaja maupun tidak. Semoga amal ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini diterima oleh Nya dan semoga kita kembali di pertemukan dengan bulan yang penuh berkah ini.
Selamat hari raya Idul Fitri 1433 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
تَقَبَلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
Semoga Allah menerima segala amal ibad kita. Amin.

a.i.r said... Reply Comment

entah kenapa saya mendapatkan banyak hal disini kang.. :)
penuh dengan cerita - cerita motivasi yang tidak biasa..

GIA \^o^/ said... Reply Comment

aaa menyentuh banget ceritanya.. renungannya juga.. =)

Bung Penho said... Reply Comment

dan itu semua dimulai dari hal-hal yang kecil kawan!. mantap deh renungannya. langsung aza nih sekalian mo ngucapin " Met Idul Fitri " buat elo and family, Maaf lahir batin bro!

cak oni said... Reply Comment

kunjungan siang gan . .renungannya bermanfaat untuk hati nich

Bang Dayat said... Reply Comment

wahhh thanks nih gan atas sharenya..
saya belajar dari semuanya :)

Gopar said... Reply Comment

patut untuk renungan sob...

Gunawan Frincencius said... Reply Comment

Pikiran kita membentuk realita kita nice poat sob :)

Kini Aku Tau said... Reply Comment

Waah gak logis nih.. gak dijelaskan sakit apanya.. :p trus kok kelamaan gitu sakitnya. trus kenapa gak ada keluarga pasiennya. hehe

eh tiba2 dia meninggal gitu :p.. ckck sebenarnya sih bagus banget hikmahnya.. mungkin karena ane kurang fokus bacanya ya.. heheh

Penyuluh Perikanan said... Reply Comment

Bagus sekali artikelnya sob, saya senang sekali membacanya, dan saya dpt mengambil kesimpulan pada akhirnya kita harus selalu memiliki wawasan dan pandangan yg positip dalam segala hal maupun tindakan, dan ambil hikmah yg terbaik....
Terima kasih sahabatku Renungan dan Motivasinya
salam.......

Kang Bejo said... Reply Comment

ko ane jd merinding gne ch bacanya??? :@

Yuyud said... Reply Comment

Maaf sob OOT. Mumpung mau lebaran, saya ucapin minal aidzin wal faidzin ya. :D

Yuyud said... Reply Comment

Maaf sob OOT. Mumpung mau lebaran, saya ucapin minal aidzin wal faidzin ya. :D

anisayu said... Reply Comment

aku jadi merenungi sesuatu mimpi yang harus segera di gapai

hmmmm sikap harus pasti dan percaya akan terbukti... :)

budi os 19 said... Reply Comment

Trima kasih sob buat motivasi nya.. Untuk kita dalam menilai n menentukan sikapp pada keadaan.. ;)
»» mohon mav lahir n bathin ««

zachflazz said... Reply Comment

iya, merenung saya jadinya.
soal perspektif menjadi sedemikian penting ya Mas.

Rudy Arra said... Reply Comment

Datang hanya untuk mengucapkan selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir bathin ya :)

Admin - Arena Narsis said... Reply Comment

mantapp banget sob

c-dewasa said... Reply Comment

berkunjung gan

Lukman Hakim said... Reply Comment

postingan yang bermanfaat yang membwa kita lebih bersikap bijak..
I like it..

mohon maaf lahir bathin dari saya sahabatku..
Taqabbalallaahu minna wa mingkum..
Taqabbal yaa kariim...

6 Info said... Reply Comment

Minal aidin wal faidzin.. Mohon Maaf Lahir dan Batin yah sob...

Dadi Heryana said... Reply Comment

iya gan, sesuatu yang baik untuk orang lain belum tentu baik pula untuk kita. jadi, syukuri apa yang ada, jangan minta lebih. biarlah allah yang mengatur nya.

Tebak Ini Siapa said... Reply Comment

Waw keren ceritanya...
Meninggalnya pasti dengan bahagia ya itu...

Drieant said... Reply Comment

iya gan. terkadang sring seperti itu. makanya kita tidak boleh iri, semua yang tampak baik belum tentu baik aslinya.

Drieant said... Reply Comment

karena bukan itu inti ceritanya bang, makanya ga di jelasin di dalamnya.

Drieant said... Reply Comment

ehm.. pasti ga baca postingan ya ?? yaud dah. jadi ga tau ceritanya.

zachflazz said... Reply Comment

kesini lagi,pengin study banding soal tampilan blog, hehe. makasih.

Post a Comment