Masalah Berat Badan

Share Article : Tweet This FB Share Email Share

oleh cerita anak kost on Sunday, September 16, 2012

Beberapa orang memiliki masalah terhadap berat badan, anehnya mereka ga ada yang pernah puas terhadap berat badan yang ada pada diri mereka sendiri. Ada yang merasa gemuk dan ingin sekali di kuruskan, atau ada yang merasa kurus dan pengen gemuk, dia malu atau paling tidak ada temannya yang sekedar berkomentar 'ko kamu kurusan'. Ehm, masalah berat badan mememang selalu jadi masalah yang rumit, sebab ya itu tadi, ga pernah selesai dan ga pernah puas. Lalu apa saja si yang dapat mempengaruhi berat badan? apa saja mitos atau pandangan yang hidup terhadap berat badan?

Masalah Berat Badan

1. Pikiran Menentukan Berat Badan

Diakui atau tidak, pikiran memang selalu mempengaruhi berat badan. Kata orang, kalau hidupnya sudah mapan biasanya cenderung gemuk, artinya ga banyak pikiran. Bukan ga punya pikiran (gila dong kalau gitu), tapi ga banyak pikiran. Kalau orang yang sudah mapan, yang sudah punya pekerjaan tetap dan nyaman dengan gajih yang lumayan, pola pikirnya teratur kapan dia harus bangung dan ngapain aja setelahnya, itu lah yang biasanya membuatnya gemuk.

Bandingkan dengan orang yang stres, orang gila (bisa di jadikan contoh) misalnya, dia ga punya pikiran dan mana ada si orang gila yang gemuk? ya ga. Atau orang yang sedang di rundung masalah, yang mungkin memikirkan sesuatu, anaknya mungkin, biasanya badannya lebih kurus dari yang biasanya. Anak kost juga biasanya kurus, karena banyak pikiran, apalagi kalau akhir bulan kiriman belum datang, ehm,bisa sters dan kurus jadinya (hehehehe).

2. Keturunan & Berat Badan

Keturunan juga sering di sebut sebutkan sebagai suatu masalah berat badan. Memang belum ada bukti ilmiahnya si, tapi kan untuk melihat dan memperhatikan berat badan orang kita kan tidak perlu bukti ilmiah? ya toh?

Keluarga besar saya misalnya, cenderung memiliki berat badan yang berlebih untuk kaum wanitanya ketika telah berumur. Makannya, ketika bertemu bude atau spupu sepupu saya, saya melihat mereka semua lebih gemuk, apalagi ketika mereka sudah punya anak satu aja, wah sudah pasti terlihat gemuk. Coba perhatikan di lingkungan kalian, mitos ini berkembang dan percaya ga percaya itu nyata. Kaya teman saya misalnya, dia makan sedikt pun ud gemuk, karena emang gen nya gemuk, beda dengan gen saya. Dalam keluarga saya, si laki laki punya berat badan seimbang, jadi berapapun saya makan, ya saya tidak gemuk gemuk, paling ukuran standar lah tidak pernah lebih dari 65 kg.

3. Pola Hidup

Pola hidup yang keliru juga katanya bisa mempengarui berat badan. Ya ada benar nya juga si, coba aja perhatikan orang yang kerja shift malam, mungkin awalnya dia berbadan stabil atau bahkan gemuk. Setelah kena shift, dimana kerjanya harus malam hari maka berat badannya pun berubah, cenderung lebih kurus. Teman teman saya pun begitu, makanya mereka yang lebih banyak begadang biasanya lebih kurus dan 'layu' kata orang jawab bilang.

4. Makanan

Makanan memang mempengarui berta badan, namun sepertinya makanan ini berpengaruh setelah yang ketiga tadi disebutkan. Kata orang, kalau mau badan nya ga kegemukan, jangan makan berat setelah jam delapan malam. Porsi dan kandungan makanan pun mempengaruhi berat badan. Memang si saya belum menyertakan bukti ilmiahnya di sini, namun mungkin di lain kesempatan kita akan membeberkan secara ilmiah masalah berat badan kita.