Untuk Apa Sekolah Tinggi Tinggi

Share Article : Tweet This FB Share Email Share

oleh cerita anak kost on Saturday, December 1, 2012


Untuk apa sekolah tinggi tinggi. Apa gunanya sekolah tinggi tinggi, si Anu aja sarjana masih ngangur juga! pernah mendengarkan oceha seperti itu? atau jangan jangan anda juga mengalaminya. Kenapa si pekerjaan selalu di disandingkan dengan pendidikan, padahal pendidikan yang tinggi tidak menjamin pula adanya pekerjaan. Perkerjaan itu soal rejeki ko, soal minat dan bakat. Tidak bisa di paksakan, kala waktunya datang ya itulah rejeki, baru kita kerjakan. Kalau belum ada ya mau gimana lagi?

Sebenarnya pekerjaan itu banyak, tapi sedikit pekerjaan yang di gaji. Nyapu ngepel beres beres ngeblog dan itu kerjaan ko, tapi memang belum di gaji. Sebenarnya kan pandangan orang adalah kerjaan yang menghasilkan uang, dan ngemis pun menghasilkan uang, tapi apakah anda mau?

Untuk Apa Sekolah Tinggi Tinggi

Pendidikan Tinggi dan Pekerjaan

Pendidikan tu ga ada hubungannya dengan kerjaan ko, cuma menunjang. Orang yang tidak berpendidikan pun bisa dapat kerjaan, ngemis tadi misalnya. So buat apa anda repot repot belajar hanya untuk cari uang? ini sebenarnya paradigma yang keliru. Otak kita di dikte selalu dengan yang namanya uang, sehingga ketika mencari ilmu pun di kaitkan dengan uang.

Ketika sarjana belum mendapat kerja, bukan berarti pendidikannya yang keliru. Hanya saja mungkin ia belum berminat dengan apa yang di tawarkannya (sebenarnya si karena memang belum behasil tesnya, atau belum dapet kerja, heheheh. Tapi ok lah kita perhalus dengan belum minat di bidangnya, heheh). Kerja itu masalah rizki ko, kan 3 hal yang mejadi misteri, jodoh, maut dan rizki.

Sekolah lah yang Tinggi Bukan Karena Uang

Untuk Apa Sekolah Tinggi Tinggi
Jadi jangan lah belajar karena uang, tapi karena kesenangan. Kalau kita selalu mematok sarja dengan keja, wah yang ada bisa stres. Apalagi dengan minimnya lapagan kerja, kenapa nga kita bikin kerjaan sendiri, justru bisa bermanfaat nantinya. Sukur sukur jodoh juga bisa ngikut di dalamnya, kan lumayan.

Kejaan juga ga harus sesuai pendidikan ko, bisa jadi ia latar belakannya teknik tapi jadi pedagang. Apalagi kalau sampe untung besar, justru orang akan heran. Tapi kebanyakan malah sinis, 'ngapain juga sekolah tinggi kalau ujung ujungnya jadi pedagang' nga ada salahnya ko sekolah tinggi. Justu dengan sekolah tinggi kita bisa tambah relasi, siapa tau ada teman kita yang jadi direktur di bank, kan bisa minta suntikan modal. Ya ga?

Pendidikan tinggi itu sebenarnya yang membedakan adalah pola pikirnya. Kalau orang yang pernah mengeyam pendidikan tinggi itu biasanya pola pikirnya lebih terbuka dan tidak kaku, lebih bisa menerima argumen dan perbaikan. Namun, kalau orang orang yang hanya pendidikan pas pasan, biasanya agak kaku walau usahanya sudah besar sekalipun. Itu yang saya alami, entah juga kalau dari pengamatan anda.

Namun alangkah baiknya kalau kita bekerja yang sesuai bidang, di hal yang kita senang. Pendidikan hanya mendukung apa pekerjaan kita, dengan pernah kuliah kita akan terbiasa untuk berpikir sistematis, memecahkan masalah dan menghadapi orang lebih baik sesuai disiplin ilmu yang kita miliki. Dan semuanya itu ga percuma ko, selalu ada bekasnya. So,

Belajar lah karena senang, jangan belajar karena uang.

Jadi tidak ada lagi paradigma untuk apa sekolah tinggi tinggi

Fariza Indrianto Cerita Anak Kost Updated at: Saturday, December 01, 2012

{ 32 komentar... read them below or add one }

Masnady said... Reply Comment

Saya ngat setuju dengan semua yang sobat tulis. Hampir 100% saya pernah melihatnxa.

Terus yang orang bilang. Banyak sarjana yang masih nganggur. Itu juga saya sering dengar sob.

Sedikit banyak perkataan itu bisa membuat para sarjana yang masih nganggur sedikit tersinggung dan sakit hati.

Saya setuju kalo rizki itu datangnya tidak ada yang tau. Seperti maut dan jodoh.

Mungkin postingan sobat sedikit bisa membantu menjadi pencerahan paradigma orang yang keliru tadi.

agus bg said... Reply Comment

setidaknya untuk menambah pengetahuan, kalau di ajak berfikir logika lebih mudah nyambung..

Muro'i El-Barezy said... Reply Comment

Yang jelas sekolah itu buat cari ilmu ya gan, mantaplah, trims sharingnya:}

rohmadaini said... Reply Comment

itulah kenapa mesti dengar omongan orang yang ngk pernah makan sekolahan hehehe maksudnya niatnya sekolah kan mencari ilmu kalu niat sekolah mencari pekerjaan sudah salah dari awal

balabalaaa said... Reply Comment

intinya sih hanya menjalankan kewajiban dan dapet pengalaman, yang lainya sih bonus :D

Andy Sudarmanto said... Reply Comment

Education is our passport to the future, for tomorrow belongs to the people who prepare for it today.

Bagus Sugiarto said... Reply Comment

Masalahnya gan, ortu ga ada biaya untuk menyekolahkan anaknya sampai jenjang tinggi, jadinya ya itu pengeluaran banyak diharapkan akan mendapat penghasilan yang banyak juga.

Berbeda dengan ortu yang berduit......

Saya mengalaminya gan ....

Noval Bintang said... Reply Comment

Blogwalking... Visit back yaa http://ooops.sjutait.com :)

zachflazz said... Reply Comment

mungkin untuk menciptakan sejarah juga ya.. sejarah hidup yang indah.

juga, alangkah eloknya jika kelak anak cucu akan bercerita bahwa kita bukan sekedar lulusan sekolah dasar.

Reo Adam said... Reply Comment

meski ijasah bukan label untuk sebuah kesuksesan,tapi pendidikan sangat penting untuk kehidupan kita.
belajar untuk ilmu
bekerja untuk makan
dan beribadah untuk bekal akhirat kelak

cak oni said... Reply Comment

prinsip yang bagus kang ,belajar karena kesenangan bukan karena uang:D

Yuyud said... Reply Comment

Tapi kadang ortu tidak mau ambil resiko dg menyekolahkan anaknya sampai tingkat tinggi. Takut nanti gagal. Cuma buang uang.

Just Adhie Anfield said... Reply Comment

sarjana nganggur bukan hal yg asing lagi saya denger,bahkan saya yg terkenal akan kejeniusannyadan ketampananya di sekolah dulu :p :p (wajib percaya) pun pernah menyandang status job seeker slama 2thn prinsip sekolah tinggi karena bukan uang pun hal yg langka saya temuin,,,rata2 orang kuliah pikirannya yah dapet kerjaan plus dapet jabatan yg yahhh rada lumayan lah bahkan cenderung gengsi alias meilih milih pekrjan(job seeker koplak) yg sebanding antra ongkos pedidikan sm gaji yg di dapetnya, tp itu lah manusia jama nskrang,,,kadang langsung mau enaknya aja ga mau mulai dr bawah hihiihih...

Penghuni 60 said... Reply Comment

sekolah itu kan mencari ilmu sob, dan menuntut ilmu itu gak blh setengah2 hrs setinggi2nya
:D

Tutorial Seo said... Reply Comment

Carilah ilmu setinggi langit,ingat gak sob kata kata itu.

http://Trikbaruseo.blogspot.com

budi os 19 said... Reply Comment

he em...bener
kerjaan banyak...tapi yg ngebayar ga ada ya...

budi os 19 said... Reply Comment

he em...bener
kerjaan banyak...tapi yg ngebayar ga ada ya...

a.i.r said... Reply Comment

dengan sekolah wawasan bertambah.. sehingga kita dapat memilah mana pekerjaan yang baik dan tidak ; )

disave said... Reply Comment

Pada akhirnya sekolah tinggi diperlukan untuk melamar kerja nanti kan :)

TABUHGONG said... Reply Comment

Harus dipertimbangkan juga bahwa orang akan lebih mempercayai sebuah titel, apalagi dari sebuah PT yg ternama daripada seorang lulusan sekolah menengah, aku pikir buat sobat yg masih kuliah janganlah berkecil hati, tetap semangat semoga tidak menjadi job seeker saja..
waadaw jadi penasihat dadakan aku ini..mf yaa sob.

TABUHGONG said... Reply Comment

Harus dipertimbangkan juga bahwa orang akan lebih mempercayai sebuah titel, apalagi dari sebuah PT yg ternama daripada seorang lulusan sekolah menengah, aku pikir buat sobat yg masih kuliah janganlah berkecil hati, tetap semangat semoga tidak menjadi job seeker saja..
waadaw jadi penasihat dadakan aku ini..mf yaa sob.

Bung Penho said... Reply Comment

jadi bingung pengen komen apa. tulisannya udah dikupas tuntas. bikin logika aza buat mengomentarinya.
listik gak bisa hidup jika kedua kutubnya positif. sehingga harus dibuat dua kutub positif dan negatif. positif bisa diibaratkan org yg memiliki wawasan ilmu tinggi dan negatif diibaratkan org yang pandai berusaha/bekerja mencari duit walaupun pendidikannya pas-pasan. keduanya harus memiliki hubungan agar bisa seperti listrik diatas.

Yuyud said... Reply Comment

Mampir lagi kawan. Met beraktifitas.

catatan-r10.com said... Reply Comment

kalau jadi wirausahawan, ga butuh sekolah tinggi-tinggi

kerja langsung praktek dan langsung jadi bos :D

yusrandante said... Reply Comment

di jurusan saya banyak yang menganggap dirinya masuk jurusanitu karena salah jurusan dan itu yang juga saya alami... saya kurang menyenangi juruasn saya..
paradigma untuk apa sekolah tinggi-tinggi biasa saya dengarkan di kampung halaman saya, ketika para orang tua bercerita...

sedangkan untuk yang menuntut ilmu, ada satu paradigma yang menurut saya agak keliru.. ke sekolah, ke kampus hanya untuk dapat nilai...

Thanjawa Arif said... Reply Comment

betul sekali sob banyak yang keliru niatnya dalam mencari ilmu

Arpan-Komunitas.blogspot.com said... Reply Comment

Bner sob,Cari ilmu niatx sih tapi kok gitu +Ngertiin sendiri+

Rawins said... Reply Comment

yang sekolah tinggi perlu untuk pegang posisi konseptor
namanya konsep kan perlu berbagai landasan teori
soal pelaksanaan di lapangan harus main tajong
itu sih kerjaannya bagian taktis kaya aku
yang ga perlu sekolah tinggi...

cerita anak kost said... Reply Comment

@andy. wah ente lebih bijak daripada ane nie. :D

cerita anak kost said... Reply Comment

@yus. iya ya gan, harusnya menuntut ilmu eh malah nyari nilai aja ya. Ehm,,, emang ud salah dari awal sepertinya nie.

anisayu said... Reply Comment

"UNTUK APA SEKOLAH TINGGI-TINGGI"

itulah kalimat bagi yang ga pernah mengenyam pendidikan...

sekolah tinggi kan penting untuk menambah ilmu
supaya cara berpikir kita ga dungu
dan bisa menghargai orang yang bertamu

jangan mentang2 ga berpendidikan tinggi
lebih sukses atau berhasil dari yang ga sekolah tinggi
lalu bilang seenak diri...

untung aja aku sekolah lebih tinggi
dari teman kerjaku sekolah rendah
tapi bosku lebih hati-hati kalau marah sama aku
alasannya karena aku pendidikan lebih tinggi jadi perlu dihargai...hehehe

emmethe said... Reply Comment

wwooii ... manteb ane suka nih ... bener banget belajar jangan karena Uang ... ^_^

Post a Comment