Menilai karakter

Share Article : Tweet This FB Share Email Share

oleh cerita anak kost on Wednesday, March 14, 2012


Menilai karakter, menilai karakter atau mengetahui karkater diri kita bagaimana caranya? untuk mengetahuinya kita harus paham karakter orang lain juga. Logikanya seperti ini, kita tahu rasanya manis darimana? mungkin kah kita tahu rasanya manis kalo semua rasa di dunia ini manis? tentu tidak akan tahu, karena semua sama. Kita mengetahui rasa manis ketika kita tau rasa asin, asam, asin bahkan pait. Dengan mengetahui semua rasa, kita bisa membedakan sehingga kita tau mana yang manis.
Menilai Karakter, sanguinis, melakolis, plegmatis, koleris

Begitu pula dengan karakter, kita bisa tau karakter kita kalau kita tau seperti apa karakter orang lain. lalu ada berapa jenis karakter? ada berbagai macam terori tentang karakter sebenarnya, ada yang membaginya berdasarkan golongan darah, tanda lahir, motoriknya (seperti visual auditori dan kinestektik) serta lain sebagainya. namun saya akan membaginya menjadi empat kelompok. yaitu: sanguinis, melankolis, plegmatis dan koleris.

Pertanyaan mendasar, apa itu karakter? karakter adalah sifat atau cirikhas yang melekat pada diri kita. memahami tentang karakter maka kita akan memahami kecenderungan seseorang dalam bertindak dan bersikap. makanya orang yang ingin tau tentang karakternya ia berarti ingin memahami seperti apa dan bagaimana dirinya dan itu bagus!. Mari kita akan menilai karakter seseorang dengan melihat caranya bersikap dan bertindak.

Pernah melihat seseorang yang periang, yang bisa membuat hidup meriah dan ramai, yang sering berbicara dan tertawa. dialah 'sanguinis' populer. orang yang berwatak sanguinis akan selalu riang dan menyukai keramaian. dia tidak bisa diam, ia selalu minta di perhatikan, bahkan ketika kau berbicara tak jarang tanganmu akan di tarik untuk menujukan perhatian hanya padanya. ia mudah berteman, ia amat menyenangkan dan dipikirannya hanya permainan, di lain pihak kau bisa saja tertekan karena ia akan memaksamu mendengarkan ceritanya, ia kadang suka menyela pembicaraan.  jangan memberi tugas yang berat kempadanya karena dia jarang mengingatnya dan jangan pernah berharap ia akan bertangung jawab.

Bagaimana dengan menilai karakter orang 'melankolis', cirinya dia selalu rapih. bila kau melihat seseorang yang dandannya rapih dan segalanya serba teratur, dialah melankolis. seorang melankolis biasanya cerdas dan memiliki bakat seni, dia juga seorang perfeksionis yang mengharapkan segala sesuatu sempurna, bila ada sedikit saja ganjalan, dia akan menunjukan kegelisahan. ia selalu ingin unggul dan ia pun lembut hatinya, terlalu serius bahkan terkadang kalau kau bisa saja membuatnya sakit hati karena ia mudah tertekan.

Menilai Karakter, sanguinis, melakolis, plegmatis, koleris

Pernah melihat seorang yang diktaktor, yang ingin selalu mengatur dan keras kepala, selamat anda bertemua 'koleris'. Menilai karakter seorang koleris memang dilahirkan dengan bakat pemimpin, ia suka mengatur dan menyuruh dan kau hanya perlu mengikutinya, ia selalu fokus kepada tujuan akhirnya, dan dia akan mengarahkanmu kepada jalan keluar. ia punya kemauan yang kuat dan apa yang ia mau, harus ia dapatkan. apabila ada hal yang mendesak, sang koleris akan segera bertindak. ia selalu punya jawaban atas semua yang dilakukannya, sayangnya kau akan seolah di perintah. kadang dia juga kaku, merasa dirinya paling benar dan bisa jadi dia menyalahkanmu.

Menili karakter seorang' plegmatis' ia adalah orang yang damai, ia akan selalu senang dan riang dimanapun dia berada. ia seolah tanpa motivasi menjalani hidup ini mengalir seperti air. itulah yang membuatnya selalu bahagia. ia orang yang netral, makanya banyak yang suka kalau bercerita kepadanya. di sisi lain, kau akan kesulitan untuk mengajak seorang plegmatis pergi, kenapa? karena ia terkesan malas dan ogah ogahan. kadang ia pun tidak punya pendirian harus kemana dan bagaimana.
Lalu bisakah karakter seseorang berubah? karakter itu seperti batu, menurut florece littauer, pengarang buku ini. setiap batu memiliki sifat khas, seorang pemahat ulung bisa merubah batu seperti apapun bentuknya, tapi batunya tidak bisa ia rubah. ya seperti itulah karakter, karakter kita akan selalu melekat, walaupun sikap kita bisa saja berubah karena pergaulan. seorang koleris bisa saja mejadi sangat menyenangkan dalam bergaul layaknya seorang sanguinis, namun ia tetap seorang koleris yang berjiwa tegas. kadang ketika kita bermain dan bertemu berbagai macam karakter, kita bisa saja dipengaruhi oleh lingkungan tetapi kau akan tetap memiliki karakter aslimu berapapun kadarnya.
Apa untungnya saya belajar kepribadian dan menilai karakter seperti ini? untungya kau akan lebih memahami orang lain, ketika orang lain berbeda sikap bukan berarti orang lain salah. hanya berbeda, itu saja! kita jadi lebih bisa memahami seseorang dan yang paling penting adalah kita bisa tau bagaimana mengerakkan orang lain. seorang sanguinis akan tergerak kalau di iming imingi sebuah pesta dan keramaian. namun jangan berharap metode yang sama dilakukan pada seorang koleris. untuk memotifasi koleris tidak bisa hanya menyuruhnya, tantang dia! "ah kamu pasti tidak bisa mengerjakan ini" dan kau lihat seorang koleris akan bergerak membuktikan bahwa kata katamu keliru, paling tidak kau berhasil membuatnya bergerak. lalu bagaimana dengan melankolis, ajak dia kedalam ketenangan dan yang sesuatu hal yang memaksanya untuk berpikir. kalau plegmatis, kau tidak akan bisa mengajaknya. seret dia, bawa dan paksa dia untuk ikut.

Tertarik dengan menilai karakter

Fariza Indrianto Cerita Anak Kost Updated at: Wednesday, March 14, 2012

{ 68 komentar... read them below or add one }

Asalasah said... Reply Comment

Wah... sepertinya menarik.. apa lagi ada gambar yang mirip ama aturan trigonometri yang ++.. haha. tapi belum sempat baca coz mau belajar buat Midterm dulu.. hehe.. selesai Midterm nanti ane baca tutans.. heehe.. :D

Arief Rachmadi Blogger Pemula said... Reply Comment

kalo menilai lewat golongan darah dan motoriknya gmna sob. . . Ksh tw donk

Hiaku Herry said... Reply Comment

hmm karakter gue gimana ya... :D

Noer rachman twiboyz said... Reply Comment

Yg pazti nice artikel nich.. . . .met pgi s0b.. Met braktifitaz. .

Drieant said... Reply Comment

@Noer rachman twiboyz:makasih sob. tenkyu ya... :D
@Hiaku Herry:silahkan di cek sendiri sob, ini cuma gambaran. klo aslinya harus melalui tes, tes tertulis mengenaik karakter ini.
@Arief Rachmadi Blogger Pemula:wah itu panjang sob ceritanya, ntar di posting selanjutnya aja ya :D
@Asalasah:ok gan, ntar kemari lagi ya. selamat mid term. jangan nyontek ya

agusbg said... Reply Comment

kayaknya kalau sudah watak atau karakter memang susah dirubah, koleris itu sepertinya kurang bagus ya...

tapi kalau nggak ada koleris susah juga karena tipe pemimpin...

Fayes Cool said... Reply Comment

wahahaha mau tipe yang mana nih..

Bung Penho said... Reply Comment

menilai karakter seseorang emang perlu sob. karna dgn menilai kita bisa mengetahui gambaran seseorang dan baik atw tdknya. mantapz!

waro muhammad said... Reply Comment

Hadir ah... hehe

Falzart Plain said... Reply Comment

Gile! Saya bisa jadi semuanya!

Fikri said... Reply Comment

Hoho keren sob...

ini temperamen yups :-)

terimakasih sobat atas sharingnya...

ArhyErna_Blog said... Reply Comment

waaa mengnal karekter siri snri memenak perlu banget sob...!!! thank's yach sobat...!!!

yusnita said... Reply Comment

Kalau disuruh menilai diri sendiri, mungkin semua karektor tu ada, tapi rasanya lebih berat ke plegmatis kali...:-/
bagus ya infonya...nanti aku kaji lagi karector aku yang sebenar..thanks

downtoearth-reachthesky said... Reply Comment

Keren keren keren....
Aku mulai bisa menebak karakterku sendiri...
Sepertinya ku ini Melankolis...
Really Nice share...
visit back ya kawand...
;hepi

loveheaven07 said... Reply Comment

karakter seseorang juga bisa dilihat dari penampilan,kebersihan,so saya juga ingin introspeksi diri neh,tapi selalu ingin berusaha untuk yang terbaik bagi diri dan orang lain,good share xD makasih ya tadi sudah mengingatkan untuk pasang URL di kotak komentar saya hahaha...aduh cuai banget aku ini, terima kasih sekali lagi xD sudah saya setting.

Anak Rantau said... Reply Comment

Pernah belajar tantang kharakter sob saat seminar Human Relations, tapi dah lupa hehe... thanks sudah diingatkan kembali. Kayaknya saya termasuk Plegmatis deh, soalnya gak suka tawuran sih hahahaha....

Juli suhendri said... Reply Comment

wah, aku juga pernah belajar ini waktu MK psikologi .
:)

Alat Musik Tradisional Indonesia said... Reply Comment

Setuju dengan semua pastingannya. Tapi di dunia sana ada juga banyak orang gak tahu karakter dirinya sendiri. Makanya, barang siapa tidak mengenal dirinya sendiri maka dia tidak mengenal Tuhannya. Untuk kasus seperti ini memang agak sulit. Itulah karakter atau tabiat atau sifat yang memang sudah bawaan dari sononya. Tapi kan Allah tidak akan merubah seseorang kalau dia tidak mau merubah dirinya sendiri. Yang menarik lagi nih, sifat posesif yang berlebihan. Banyak kasus dengan sifat ini sangat merugikan. Dan ane ketemu istilah baru untuk yang gila kerja biasanya disebut workoholic tapi ada istilah lain yaitu ereksi kerja. Dia seorang hiper pada kerjaan tidak boleh diam, kalau dengar ada bisnis apa saja yang penting halal, dia ereksi. Maksudnya dalam konotasi bergairah. Kebetulan baru-baru ini ketemu orang seperti itu.

Iskaruji dot com said... Reply Comment

ehm...sepertinya karakter saya adalah penggambungan dari semua karakter diatas..hehe...sayang istilahnya belum ada...Nice share and happy blogging!

Zainudin said... Reply Comment

Keren sekali artikelnya. Jadi bisa tahu karakter kita dan bisa menebak karakter orang.

dimas geel said... Reply Comment

wah nice info :)
saya pernah belajar saat MK Human Resource.

Lulu Syifa Fauziah said... Reply Comment

jadi inget sama yang disampein guru BK tentang karakter minggu lalu. ah aku melankolis ternyata :/

srulz said... Reply Comment

aku ngga tau yang mana . yang mana ya.. :D Plegmatis ??? tapi q selalu galau... #eeaa,,,, damai di dlam kegalauan ??? #eh,,,, :D

Drieant said... Reply Comment

@waro muhammad:siap tenkyu.
@Bung Penho:makasih gan. iya bener, kita juga perlu mengetahui gambaran seseorang terutama kecenderungannya. untuk itulah psikologi ada
@Fayes Cool:ane koleris gan. dulu ane koleris melankolis, sekarang karena sudah bergaul dengan banyak tipe disampin ane sendiri belajar kaya begini. ane jadi koleris sanguinis
@agusbg:ga ada yang bagus atau tidak gan. hanya berbeda saja. semua punya tipe masing masing. klo dunia datar semua sama ya ga enak. masakan menjadi enak juga karena adanya macam macam bumbu di dalamnya.

Drieant said... Reply Comment

@ArhyErna_Blog:iya gan, memang perlu memahami karakter seseorang itu.
supaya kita bisa tau kecenderungannya dan kita bisa mengerti sifatnya.
@Fikri:ya sama sama gan, semoga bermanfaat.
@Falzart Plain:memang semua bisa ada pada diri manusia. tapi pasti ada satu hal yang memang watak sodara, nah itu yang perlu di cari. tentunya dengan test.
@Fahmi Setiawan:makasih gan, semoga bermanfaat.

Drieant said... Reply Comment

@Juli suhendri:waduh, ada yang lebih paham nie. jadi malu ;:)
@Anak Rantau:tawuran mah ga bisa di jadikan alasan utuk menilai karakter gan, si agan ada ada aja. :))
@loveheaven07:sama sama gan, kita saling mengingatkan. oke.. ;:hepi
@downtoearth-reachthesky:semoga bermanfaat ya.
@yusnita:iya sama sama sist. klo mau lengkap, di bukunya ada. personality plus namanya, karangan florence litateur.

Drieant said... Reply Comment

@srulz:semua watak diatas juga pernah dan bisa mengalami kegalauan. kegalauan itu lebih ke personal sifat bukan watak, jadi hanya sementara aja. itu setu saya. klo selamanya galau, berarti ente setres sist :))
@Lulu Syifa Fauziah:wah ternyata ada yang belajar demikian juga ya di sekolah. ya, seorang melankolis lebih terliat rapih, tapi hati hati dengan pikirannya. munkin bisa mnyebabkan tertekan, jadi jangan memikirkan yang berlebihan. ok ;hepi
@dimas geel:wah ada yang lebih senior nie.
@Zainudin:ya paling tidak kita bisa memahami orang lain. hanya karena dia berbeda, bukan berarti dia salah. ya memang sifat atau wataknya berbeda. :D
@Iskaruji dot com:pasti ada salah satu nya yang dominan gan, coba di test aja. atau di pahami dari dirinya sendiri aj. selamat memahami.
@Alat Musik Tradisional Indonesia:waduh ada yang menilai dari segi agama ni, iya benar gan. dengan kita mengetahui diri kita sendiri kita bisa paham akan keberadaan tuhan. misalnya, kita suka yang baik, kita suka bersih, kita pada dasarnya benci keburukan.. nah itu semua sifat tuhan, berarti kita mewarisi sifat tuhan pada dasarnya. oleh karenanya kita harus mamahami keberadaan tuhan. klo masalah orang yang gila kerja, mungkin itu bukan termasuk watak atau karakter kali ya. itu adalah aktifitas, saya sendiri belum paham kalau soal begitu.

bazokawap said... Reply Comment

karakter ku yang mana ya kira2..
ketiga-tiganya kayaknya ada dalam diriku.
kheheh

arriyadh prayugo said... Reply Comment

wah karakter ane yang mana yah ?

Blogspot Pemula said... Reply Comment

Saya sanguinis Kang, nice share. Salam

downtoearth-reachthesky said... Reply Comment

Kawand
boleh copas ga???
biar keinget...
ga kan dipublish cuman buat artikel simpanan aja...
(ku kan nak baik-baik jadi minta izin dulu ;shy )

Asalasah Artikel Pilihan said... Reply Comment

Nah.. Alhamdulillah malam ini sempat baca juga. hehehe.. hmm mantap sob. ane selama ini sering denger melankolis, sanguinis, plegmatis, tapi kagak tau arrtinya.. waah parah kan. haha ane cuma ikut2an aja bilangin orang plegmatis, koleris, dll. haaha, nah sekarang jadi tau.. :D

ane juga baru tau ternyata kepribadian itu udah gak bisa diubah lagi yaakk.. yaahh kecewa deh. haha.. tapi ane senang ama kepribadian ane sekarang. kalau dilihat ane masuk kelompok mana yaa.. hhehehe.. nanti dipost juga gan sebaiknya sifat yang begini jodohnya baiknya dengan sifat apa. hahahha :D

tips SEO said... Reply Comment

karakter yang mesti kita ketahui baik diri kita sendiri ato orang lain, cz dengan mengetahui karakter maka kita lebih mudah dalam menghadapinya

Web-Merdeka said... Reply Comment

nice info gan

http://agfreeinformasi.blogspot.com
main2 k sini gan

Asis Sugianto said... Reply Comment

mantabs banget nih artikelnya sobat. lumayan dapat ilmu tambahan untuk bisa menilai karakter sobat...

makasih untuk informasinya sobat..

Bangjal Dua Tiga said... Reply Comment

nyimak ja sob..

dag ngantuk ne.. belum sempat baca; :D

just :) Kidding ;hati

arena narsis said... Reply Comment

Yang Penting Narsis Sob..wkkw

nice post gan

rizki_ris said... Reply Comment

Kunjungan pagi sobat
maaf baru berkunjung
wah saya tipe apa yah
hehehe ;hepi

Drieant said... Reply Comment

@Asis Sugianto:trimaksaih juga, semoga bermanfaat.
@Bangjal Dua Tiga:silahkan sob.
@arena narsis::)) ada ada ja, yang penting narsis.
@rizki_ris:nda papa, saya maafkan ko. jangan di ulangi ya :))

Drieant said... Reply Comment

@bazokawap:pasti ada satu ko gan yang dominan.
@arriyadh prayugo:silahkan di cek sendiri gan ;:)
@Blogspot Pemula:wah ada sanguinis ternyata, siep
@downtoearth-reachthesky:silahkan gan, semoga bermanfaar. lebih enak lagi klo baca bukunya langsung gan. :D
@tips SEO:itu dia gan, kita lebih bisa mengerti orang lain jadinya.
@Web-Merdeka:ya sama sama.

Stupid monkey said... Reply Comment

menarik juga ya, biasanya pengalaman juga mendukung penilaian karakter ya sob, mungkin yg paling asik itu plegmatis, hehey, seperti bebas merdeka.

downtoearth-reachthesky said... Reply Comment

judul bukunya apa kawan????

Drieant said... Reply Comment

@downtoearth-reachthesky:karangan florece littauer, Personaliti Plus
@Stupid monkey:ya memang seperti itu, tapi kecenderungan si plegmatis adalah malas, ya mungkin karena sifat damainya itu kawan. :D

Alprablog™ said... Reply Comment

manteb dah ;mbok

Muro'i El-Barezy said... Reply Comment

kalo karekater sama watak bedanya apa yah sob...
nice sharing lah :}

Marchia Diandra said... Reply Comment

apakah karakter sama dengan sifat ?

Hujan Januari said... Reply Comment

wow! kuis masa remaja dulu nih.. dari dulu sampe sekarang tiap dites hasilnya ngga berubah :)

Drieant said... Reply Comment

@cari foto blog:ya memang, apalagi setiap indifidu tidak ada yang sama. ini hanya pengelopokan dari satu sisi saja. yang memiliki kecenderugan yang sama
@Alprablog™:makasih gan ;:)
@Muro'i El-Barezy:sama gan menurut saya, yang membedakan hanya dengan sifat. semperti keterangan saya di bawah ini
@Marchia Diandra:kalau menurut saya itu berbeda. kalau SIFAT tu seperti kikir, sombong, bengist dan sebagainya itu sifat. semua bisa mengalami ini. tapi namanya karakter itu bawaan sejak lahir, ya seperti yang di bagi di atas. memang kadang orang ada yang menyenangkan seperti halnya sanguinis, tapi ia hanya sebagian artinya ia bukan benar benar sanguinis. saya pun koleris bisa bersifat seperti sanguinis, tapi karakter saya tetap koleris yang keras. begitu.

Nando said... Reply Comment

Kalo saya pragmatis. :P

Blog Keperawatan said... Reply Comment

Terima kasih telah membantu buatin headernya mas.Sudah dikirim ke emailnya mas

Buditech said... Reply Comment

hehe saya kepingin sekali merubah karakter saya, kayaknya perlu kerja keras dan bantuan orang llain dech untuk merubah karakter...

Saya ingin sekali merubah karakter saya yang baik lembut dan penurut menjadi lebih garang dan sedikit kasar...

Kumpulan Informasi said... Reply Comment

Kira2 karakterku apa ya? Thanks for sharing

R10 said... Reply Comment

kok yang dikenal masyarakata cuma melankolis yah, itupun tampaknya tidak sesuai dgn gambaran di masyarakat

ino putro said... Reply Comment

mas ijin pake artikelnya untuk bahan kuliah ya

arie5758 said... Reply Comment

Nice post masbro... Memang dg mengetahui 4 macam kepribadian atau karakter akan membuat kita lebih memahami orang lain. Juga kita bisa memahami diri sendiri, untuk menentukan karir dan arah target hidup kita.

Orang bisa saja merubah sifatnya, seorang melankolis plegmatis bisa saja menjadi aktor drama ataupun MC (seperti saya). Namun tetap saja saya masih sering menangis jika melihat tayangan atau bacaan yg menyentuh emosional ... hehehehe.... :)

Blog Keperawatan said... Reply Comment

Alhamdulillah berhasil, terima kasih atas bantuannya sahabat

Ahmad Zuhdi Travelife said... Reply Comment

sepertinya saya seorang sanguin.. hehehe :D

nice post sob, happy blogging :)

Noer rachman twiboyz said... Reply Comment

Absen pagi sob. . Met aktifitas ya. KuTunggu post terbarumu. Ok sob

Drieant said... Reply Comment

@Kumpulan Informasi:monggo di nilai sendiri gan. :)
@Buditech:garang dan sedikit kasar =)) da ada ja ente, emangnya pengen ngapain?
@Blog Keperawatan:sama sama gan, selayaknya kita saling membantu. ;:)
@Nando:wah ada yang plematis nie di sini. yang sanguinis kayanya belum ada dah.

Drieant said... Reply Comment

@arie5758:bener gan, sifat dasar memang tidak bisa hilang. namun kita juba bisa belajar dari karakter lainnya. seperti kata penulisnya, kita bisa merubah bentuk patung, tapi kita tidak bisa merubah bahan dasarnya. bahan dasar tersebut adalah karakter (watak) sedangkan bentuk adalah sifat.
@Noer rachman twiboyz:ok gan, tenkyu.
@Ahmad Zuhdi Travelife:wah lengkap sudah, semua sudah ada di sini. koment ini, sengannya bisa membantu...
@ino putro:silahkan gan, senang bisa membantu. ;hepi
@R10:iya gan, itu lah bahasa indonesia. ia mengalami pergeseran dari nilai sesungguhnya.

Lilla Rosa said... Reply Comment

@Drieant: absen. ane sanguin, gan :)

Zamaludin said... Reply Comment

oh betul juga ya gan :|

Fahri Samudra said... Reply Comment

Info yg sangat bagus sob... Ane pernah diuji juga, katanya sih ane sanguinis, tapi ane kurang yakin juga sih..., hehe, nice share sob

♥VPie◥♀◤MahaDhifa♥ said... Reply Comment

. . haduch,, aq yg mana ya?!? dilanda bingnk ne. huhh . .

the-netwerk said... Reply Comment

keknya saya masuk yang sanguinis dehh
ciri2nya pas bnget hehe

hajarabis said... Reply Comment

dari ciri2 diatas keknya masuk yang melankolis deh saya ;)

Drieant said... Reply Comment

@♥VPie◥♀◤MahaDhifa♥:wah sista bingung ladi nie :-/
@Fahri Samudra:ya ada perbedaanya sedikit gan, namanya juga generalisasi. dan lagi ini kan cuma kecenderungan, bukan mutlak.
@Zamaludin:sesuai ya gan sama karakternya? ;;)
@Lilla Rosa:wah akhirnya lengkap ya yang ada di sini. :D

Drieant said... Reply Comment

@hajarabis:melankolis, kecenderugannya cerdas. dia memiliki kekurangan mudah dilanda gundah, jadi cobalah untuk tidak memngharapkan terjadi secara sempurna, karena itu akan memudahkan kita dalam bersikap.
@the-netwerk:kalau sanguinis ia orangnya ramah dan mudah sekali bergaul, belajarlah untuk memahami orang lain ya. belajarlah untuk mendengarkan, itu yang paling sulit untuk kaum sanguin. ;hepi

Post a Comment