Kisah Christopher Colombus dan Sebutir Telur

Share Article : Tweet This FB Share Email Share

oleh cerita anak kost on Wednesday, June 13, 2012

Kisah Christopher Colombus dan Sebutir Telur ini terjadi ketika tak lama setelah sang penjelajah menemukan benua baru, benua Amerika. Karena penemuan besarnya ini, ia di puji oleh raja dan banyak di sanjung oleh rakyatnya, serta ia pun diangkat menjadi bangsawan kehormatan kerajaan. Hampir semua orang memuja namanya karena penemuannya tersebut telah membawa perubahan besar dalam hal kehidupan dan kemajuan eropa dengan perkembangan jalur penjelajahan, sehingga mempermudah penyebaran penduduk, pemukiman baru serta penyediaan sumber kekayaan mineral.



Christopher Colombus menemukan benua Amerika dengan tidak sengaja ketika mencari jalan dari Eropa ke Timur. Saat itu ia yakin dapat menemukan jalur menuju Asia timur dengan cara berlayar ke arah barat melintasi Samudra Atlantik. Namun semua expedisinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit oleh karenanya ia meminta ratu Isabella I untuk mensponsori perjalannya. Ia berangkat dari spanyol 3 Agustus 1492, Sebuah pelayaran yang sangat panjang, sehingga awak kapal merasa takut dan ingin kembali. Namun Colombus dengan tekadnya mengatakan, Tidak! Perjalanan mesti diteruskan, sekali layar terkembang pantang digulung. Dan akhirnya Amerika di temukan.


Namun tidak semua orang senang rupanya, ternyata ada beberapaa orang yang memang sinis dan iri terhadap hasil kerja kerasanya. Pada suatu ketika, saat sedang terjadi jamuan makan malam dimana para tamu undangan datang menghadiri acara penobatan Christopher Colombus, tersirat dan terdengar sayup sayup suara yang menghina sang penjelajah. 'Siapa dia?, dia hanya berlayar, ia hanya kebetulan menemukan benua tersebut. Apa hebatnya, semua orang bisa ko menemukannya' dan lain sebagainya menjatuhkan dan meremehkan beliau.

Akhirnya dengan bijak beliau tampil dan mengatakan 'kalau kalian merasa hebat dan mampu, boleh lah kita lakukan sedikit tantangan' kemudian ia melanjutkan 'kalau memang kalian bisa mendirikan telur rebus ini di meja, maka aku mengakui kekuranganku dan pendapat kalian benar tentang aku. Serta akan ku serahkkan semua kekayaan dan gerlar kehormatannku'

Akhirnya mereka menerima tantangan dan berusaha mendirikan telur rebus tersebut di meja. Lewat berbagai gaya dan upaya di coba namun tidak ada yang bisa. Terlur yang hampir bulat (berbentuk elips) tersebut tidak ada seorang pun yang mampu mendirikannya. Sampai akhirnya mereka menyerah dan memberikannya kepada beliau.

Akhirnya Christopher Colombus tampil, lalu mengengam telur dengan tangan kanannya, lalu dengan tangan kirinya menghentakan sedikit pada bagian atas telur tesebut. Sehingga telur tersebut remuk sedikit pada bagian bawah dan memberikan ruang (datar) untuk menopang si telur agar dapat berdiri tegak. Lalu mereka yang sinis pun tak kalau sewotnya dan berkata 'Kalau Seperti Itu si Saya Juga Bisa'. Christopher Colombus dengan bijak berkata 'Kalau memang bisa, kenapa tidak kalian lakukan?'

Renungan 

Terkadang kita melihat hasil karya orang lain dari ujungnya saja, hanya dari hasilnya tanpa melihat perjuangan mereka mendapatkannya. Akhirnya yang datang adalah rasa iri dan dengki, tidak suka dan cenderung meremehkan orang lain. Padahal kalau kita mau melihat bagaimana ia memperolehnya, kita akan perpikir duakali untuk merendahkannya.

Misalnya kita melihat pemilik warung makanan di pingir jalan, 'hebat ya, cuma danggang gitu aja bisa laris manis.' Tapi kita tidak melihat perjuangan dia ketika merintisnnya, ketika kesulitan modal, ketika di usir kantibnas, ketika hujan dan harus mengulung semua daganganya, belum lagi menghadapi preman dan lain sebagainya. Kita cuma melihat di akhirnya saja, di kala ia berhasil.
Iri terhadap sesuatu itu wajar, namun sebaiknya rasa iri tersebut di imbangi dengan kerja keras untuk memotifasi diri kita agar bisa sepertinya, bukan malah meremehkannya.

Christopher Colombus juga mengajarkan kepada kita akan pentingya sebuah tindakan, bukan hanya ucapan. Mengambil istilan ngetren kali ini talk less, do more!

Semoga kisah dari cerita anak kost memberikan inspirasi atas artikel Kisah Christopher Colombus dan Sebutir Telur

drieant Cerita Anak Kost Updated at: Wednesday, June 13, 2012

{ 45 komentar... read them below or add one }

Jangankan said... Reply Comment

benar sobat kadang kala kita melihat karya seeorang hanya akhirnya dan hasilnya saja sobat,, tidak mau tau bagaimana perjuangannya..

Una said... Reply Comment

Eh keren keren, yang nantangin ndiriin telor.
Andai dia masi hidup hihihi~

zachflazz said... Reply Comment

tapi adik saya yang ceweq bisa lho mendirikan telor di atas lantai.

btw ketangkep pesannya. inspiratif sekali untuk pagi ini buat saya. makasih.

vmediakom said... Reply Comment

bener sob.. kadang orang gak tau usaha kita untuk memperoleh sesuatu. hanya bisa ngomong macam-macam.
ane salut, cerdik ya christopher. :D

Anak Rantau said... Reply Comment

Setuju sob, talk less do more. Untuk mencapai sesuatu harus ada usaha :)

Djangkaru Bumi said... Reply Comment

yups ! kita diajarkan untuk menghormati hasil kerja keras orang lain.
Menghormati keringat yang telah mereka teteskan, agar kalah kita juga dihormati orang lain.

Lulu Syifa Fauziah said... Reply Comment

Suka deh sama postingan begini aku emang suka cerita. Inspiratif sekali. Bener yah kadang kita ngiri sama orang lain dan merendahkan perjuangannya.

Hmm artikel ini ngasih "pencerahan" biar gak gampang nyerah, dan terus bersikap tenang menghadapi orang yang menjengkelkan. Hahaha apalagi buat anak yg masih labil kayak aku hihihi sukaaaaa deh :D

amethe Bershandar said... Reply Comment

hhhmmmm :)
cerita ini sudah lama saya tau , dan sering pula waktu sekolah para guru menceritakan hal ini. memang banyak makna yang dimbil dari cerita ini.
walaupun ceritanya ini sudah saya ketahui, kalau dibaca lagi jadi termotivasi.. mantab ... :)

Blog Keperawatan said... Reply Comment

Kisah seseorang yang telah menorehkan namanya dalam sejarah dunia sahabat

Malang penanjakan said... Reply Comment

tapi nampaknya tokoh yang seperti ini sekarang sudah tdak ada lagi sob .. hanya yang ada sekarang adalah penindasan rakyat kecil yang semakin meraja rela

Rohis Facebook said... Reply Comment

dua jempol untuk Anda sob...! kisah yg bagus sekaligus memotivasi..., thx berat ya *smile

anisayu said... Reply Comment

pasti susah susah dulu baru sukses...

jadi semangat menggapai impian ...

hehehe

cak oni said... Reply Comment

kisah yang menarik sobat

Asalasah said... Reply Comment

Subhanallah.. keren juga kisahnya si Colombus ini... ane jga gak kepikir dia bakal remukin sedikit telurnya.. dan kalau ditelaa'ah memang banyak hikmah dari tantangan dia... n bmantap tu renungan di akhir postingan :)

btw kalo gak salah ane orang muslim duluan kan yang nemuin benua Amerika tu. hmmm

Oh Gitu.. said... Reply Comment

ooh gitu kisahnya.. keren juga dia.. tapi dia banyak minta uang sama ratu ya.. hm entahlah sehebat2 dia masih lebih hebat penjeljah muslim :)

kita ambil hikmah dari kisah dia aja seperti yang aagan jelasin :)

Kazegami Fansub Indonesia said... Reply Comment

Mas bro bisa bantu cari solusinya blog yang seperti ini

Coba lihat disini mas bro : http://i1081.photobucket.com/albums/j354/rizkyleaderakatsuki/2012-06-12_23h30_42.png

Saya butuh bantuannya mas bro :(


Makasih :D

diniehz said... Reply Comment

setuju kakaaa.. better well done than well said :)

Asis Sugianto said... Reply Comment

kebanyakan orang sirik dengan keberhasilan sesorang...

♥VPie◥♀◤MahaDhifa♥ said... Reply Comment

. . bener banget. orang iri itu emank menyengkelkan banget. huhh . .

Laurencius said... Reply Comment

Makasih Artikel motivasinya Sobat, sangat bermanfaat.

awan said... Reply Comment

Langsung kerjakan Tanpa banyak basi basi , itulah prinsip :P

Bung Penho said... Reply Comment

betul kawan. apalagi kalo dikaitkan dg keadaan negara kita sekarang, banyak yg kerjaannya hanya pintar berbicara seperti sgala sesuatu itu mudah saja. padahal justru sebaliknya!
artikel yg mantap sobat!

Asis Sugianto said... Reply Comment

mampir lagi sobat menyimak cerita columbusnya...

Stupid monkey said... Reply Comment

jangan sampe dah hanya bisa ngomong dan ngedumel dan gak ada karya nyatanya :D

Sarnisa Anggriani Kadir said... Reply Comment

dulu waktu sekolahan aku paling males bgt belajar sejarah. ni nanti baca lg baru nemu kemisterinya

nice post sob :)

SAZLINA COMP said... Reply Comment

postingan yang bagus sob
sukses selalu ya

affanibnu said... Reply Comment

dosen saya juga pernah cerita tentang hal ini..

tentu dalam balutan humor.. :D

Dadi heryana said... Reply Comment

saya juga pernag mendengar kata-kata bijak :
"kita akan lebih menghargai hasil yang dicapai orang lain, jika kita tahu betapa susahnya mendapatkan hasil tersebut.this post is inspiring.

NF said... Reply Comment

dari yang pernah aku baca columbus bukan orang pertama yang ke Amrik.. btw selalu suka dengan moment ketika columbus menghentakkan telur ke meja, Talk Less Do More.. jangan cuma bisa mencibir orang lain tapi buktikan :)

Rie said... Reply Comment

OOT dulu:
Keren neh..commentnya di 'simpan' dan iklannya gak muncul ya di kompiku?

Nah, itu perahunya columbus kan mirip dengan pinisi punya nenk moyang kita kan?

Uzay said... Reply Comment

padahal lihat lah mereka dari nol ya.. dan proses bukan hasil..

zachflazz said... Reply Comment

bener nggak sih waktu dia masuk ke amerika, dinodai dengan genosida?

Darmawan Saputra said... Reply Comment

keren abis nih ceritanya

Istighfarin said... Reply Comment

sangat inspiratif bro... Kalau kata pak mario teguh mah. Ini namanya "super"
Sayangnya belakangan ini banyak artikel yg menentang bahwa bukan colombus lah penemu benua amerika yg pertama kali. Tapi ambil hikmahnya sajalah

sc said... Reply Comment

keren kak keren bener ceritanya T.T
makasih buat cerita telur rebusnya
*saatnya membalas perkataan teman dengan telur rebus*

Naturalzine said... Reply Comment

setuju banget sobat sama kata-katanya,, dan iri,deki merupakan sifat iblis,, semoga kita terjauh dari sifat tersebut :)

Fahri Samudra said... Reply Comment

Hargai sesama, Jadilah pelopor!! Jangan jadi pengekor, seperti Columbus nih, hebat dia, jadi pengekor sih emang gampang, karena kita udah tau caranya, coba jadi pelopor tuh, pasti susah mikirnya gimaa ya caranya agar telur itu bisa berdiri?? Salut sama postingan ini

Didin Supriatna said... Reply Comment

betul sob.. rasa iri datang karena mereka tak merasakan susahnya.. sebelum mendapatkan kesuksesan tersebut..

Asis Sugianto said... Reply Comment

wah belum ada postingan terbaru nih sobat???

Drieant said... Reply Comment

iya, jangan di bahas terlalu dalam, ntar malah ga kelar. sudah, ambil motifasinya saja lah. ok :D

Drieant said... Reply Comment

klo di atas lantai saya juga bisa bang, kan lantai terdiri dari ubin, biasanya ada skatnya, jadinya di dirian di sana dah. heheh. ngarang[dot]com

Drieant said... Reply Comment

sama sama dhe, semoga bisa memberikan sedikit inspirasi bagi ade yang masih labil. heheh

Drieant said... Reply Comment

iya gan, sudah sangat jarang orang seperti ini di indonesia. kebanyakan penindasan. ya gitu dah, ambil baiknya aj dah

Drieant said... Reply Comment

jangan di bahas sejarahnyamba, bisa panjang ga kelar kelar nanti.. jadi ambil hikmahnya aja ya. ok

Drieant said... Reply Comment

wah klo masalha di nodai saya kurang tau gan, kan saya ga di TKP wakut kejadian. :D

Post a Comment