Anak Jalanan

Share Article : Tweet This FB Share Email Share

oleh cerita anak kost on Friday, July 13, 2012


Anak Jalanan sering kita temui di berbagai sudut kota dan tingkah polahnya bermacam macam, ada yang ngamen, ada yang meminta minta dan bahkan tak jarang yang memaksa. Keberadaan anak jalanan pada dasarnya tidak menggangu, dia hanya seseorang yang memiliki nasib yang kurang beruntung sehingga hidup di jalanan. Kadang kita pun merasa iba dengannya dan tak sedikit pula dari kita yang memberinya uang agar ia dapat menyambung hidup ketika mereka memintanya. Namun rasa iba tersebut kadang kala sering di manfaatkan oknum tertentu yang memang secara terstruktur mengambil untung dari rasa iba masyarakat kita.

Anak Jalanan, cerita anak jalanan, pengemis, gelandangan, pemanfaatan anak,
Hanya ilustrasi, gambar dari google
Kejadian yang baru baru saya temui di kota semarang, karena saya masih dalam liburan (hehehe). Saya berangkat dari tembalang (tempat kost adik saya) ke arah kampus, hanya sekedar menikmati hangatnya ronde di tengah dinginya malam. Waktu itu tidak terlalu larut, mungkin sekitar pukul 8 malam. Setelah kami semua mengambil posisi, kita duduk prasmanan di sebelah pom bensin karena memang pedagang rondenya berada di sana. Hanya dengan sehelai tikar yang kita gelar, kita menikmati ronde sambil ngobrol seperti biasanya. Lalu tak lama kemudian, datang seekor nyamuk (ups keliru), datang seorang gadis kecil yang berpakaian tidak terlalu compang camping. Kami tidak tau ia siapa namun tiba tiba ia datang dan langsung nodong untuk minta uang.

Di sinilah letak kegajalannya, kenapa ia tidak memintanya dengan sopan, melainkan dengan gaya yang seolah olah memaksa dan tanpa basa basi. Ia datang dan tak banyak bicara langsung menegadahkan tangganya sambil berdiri dan meminta uang. Kami pikir, ko bisa ya ada anak kecil di jam segitu di biarkan bebas, apa tidak takut di culik? apa tidak memiliki orang tua atau jangan jangan sudah di rencana. Soalnya, kalau memang anak segitu butuh uang, buat apa? umurnya masih sekitar 7 tahun, ngapain dengan uang? paling untuk membeli makan, pikir kita. Lalu kita tawarkan makan sekalian aja, "saya belikan makan ya" kata salah seorang dari kami, "ud makan belum". Dia menjawab dengan bahasa tubuhnya, dan sedikit malu malu dan bermalas malasan, sepertinya ia hanya mau uang. "Gimana kalau tak beliin ronde" kata salah satu dari kami kembali. Dan ia tetap meminta uang. Pertanyaan sederhananya, kenapa ia tetap kekeh meminta uang? padahal umur segitu (biasanya) belum mengerti apa apa tentang uang.
Anak Jalanan, cerita anak jalanan, pengemis, gelandangan, pemanfaatan anak,
Gambaranya tidak terlalu jelas, di ambil malam hari tanpa flash

Lalu tak lama kami pun memberikan uang, dan ternyata ia menerimanya pun tanpa tedeng aling aling dan yang parahnya lagi, ternyata ia tidak memiliki etika untuk sekedar mengucapkan trimakasih atau apa. Dari sini kami mulai muncul pertanyaan, "biasanya anak seperti ini telah di dokrin", pasti di sebelahnya ada mucikarinya (ups ko mucikari, klo mucikari berarti kupu kupu malam dong, hahah). Maksudnya ada bosnya. Kami berusaha untuk mengajaknya bicara, namun ia diam tanpa kata, hanya geleng kepala dan main seadanya khas anak kecil. Kalau kami kasih, uang itu pasti bukan untuknya (pikir kami), pasti ada dalang di belakangnya. Kalau tidak kami kasih, kami takut anak itu juga yang nantinya di pukul oleh bosnya.

Anak jalanan memang menjadi dilema, kalau kalian pernah melihat grombolan anak punk, yang juga mangkal di jalan. Ketika memberi uang, mungkin kalian pun bertanya, ini uangnya untuk apa nie? lihat dandananya saja sudah tidak jelas, di tambah caranya meminta yang terkesan maksa. bagaimana tidak, ia meminta tanpa usaha, hanya bermodal tanggan dan nyanyian yang ga ada lirik apalagi berbau musik. Belum lagi tempat mereka meminta adalah di angkot, dimana kita tau angkot itu sempit, bisa saja ia mengamuk atau bagaimana dan kita pula yang kena imbasnya.

Anak Jalanan, cerita anak jalanan, pengemis, gelandangan, pemanfaatan anak, anak punk, anak punk bikin ulah, anak punk resek
Hanya ilustrasi, gambar dari punk in love

Sebenarnya apa si kerjaan mereka (si anak punk) itu? atau kerjaannya ya hanya meminta minta? apa ga punya kehidupan. tampil ga karuan, hidup belangsakan, kerjanya maksain orang. saya ga habis pikir, apa mereka mau selamanya seperti itu terus? meresahkan masyarakat dan hanya merusak pemandangan kota. Kalau alasan citra diri, ok kalau di luar negri, orangnya rapih rapih sekalipun tampilan punk. Tapi di sini, anak punk hanya sebagai gembel yang sering meresahkan masyarakat.

Kadang satu sisi, saya malas untuk memberi, bukanya tidak ada uang. Namun rasa iba masyarakat kita lah yang menyebabkan mereka tumbuh besar, semakin banyak dari waktu ke waktu. Bahkan saya pernah membaca pula, ada pengemis yang kaya hanya dari meminta minta di jalanan. Sumbernya warta kota kalau tidak salah, yang mewawancarai seorang pengemis di perempatan coca cola cempaka putih. Seperti ini kurang lebih intisarinya 'pengemis itu bekerja dari jam 7.00 sd 17.00, rata2 lampu merah dan hijau menyala 60 detik, jadi dalam 1 jam lampu merah menyala 30kali, setiap kali lampu merah menyala ia mendapatkan uang rata2 Rp.2000, jadi jika di hitung dalam 1 jam pendapatan ny Rp.60.000, di kali satu hari kerja 10 jam pendapatan Rp.600.000, jadi dalam 1 bulan pendapatan Rp.18 juta.'

Ada satu kisah pula, dari adik yang pernah menemukan seorang anak kecil yang masuk ke kampus. Anak jalanan ini (mungkin sekitar 6 tahunan) tiba tiba membagikan amplop ke mahasiswa yang sedang duduk duduk di teras, memang sengaja meminta agar uangnya di taruh di dalam amplop. Dan setelah selesai, si anak ternyata membuka amplopnya yang berisi uang di sebelah adik saya. Kontan dia kaget, tapi ya mungkin namanya anak anak tidak tau apa apa. Lalu adik saya menanyakan, dapet berapa hari ini? dengan gayanya yang masih belum lancar berbicara, dia bilang '500 mas, lagi sepi ni mas' tambah kaget lagi adik saya. Di tanya kemudian 'emang bisanya dapet berapa?' bisanya '1 juta'. Wah lumayan juga omsetnya, cuma kerja ngiderin amplop dan berbekal belas kasihan bisa dapet sejuta. Ada yang kepengin?

Kembali lagi ke pertanyaan mendasar? untuk apa anak jalanan ini mencari duit segitu banyaknya? emang ud tau duit? mau beli apa dia. kami pikir pasti ada dalang di balik semuanya, yang telah mem-brainwash pikiranya sehingga yang dia tau hanya mengumpulkan uang. Selebihnya, dia tidak tau uang itu untuk apa dan bagaimana. Tugasnya hanya mengumpulkan.

Sepertinya kita harus lebih selektif dalam memberi uang, kalau bisa malah jangan memberi. Mending berikan makana atau sesuatu yang berbentuk barang. Dengan demikian kita bisa mengendalikan pertubuhan mereka, ya itu si harapan saya. Mungkin dari teman semua ada yang punya pendapat mengatasi anak jalanan.

Fariza Indrianto Cerita Anak Kost Updated at: Friday, July 13, 2012

{ 71 komentar... read them below or add one }

Travel Haji Khusus said... Reply Comment

Wah, anak kost lagi Liburan nih....
Gak ngajak-ngajak euy.....
Fenomena mengenai Anak Jalanan memang Dilematis.....
Disatu sisi kaian dengan kehidupannya,
namu lebih kasihan jika kita memberinya uang, karena orang dibalik anak jalanan akan semakin menjadi....
dan ane pernah mendengar banyak anak kecil hilang diculik hanya untuk dijadikan pengemis jalanan......

zaenal blog said... Reply Comment

Wih, tumben nih ane pertamax....

Drieant said... Reply Comment

selamat ya bang, heheh. iya ane biasanya jam seginian postingnya. heheh.
ehm emang sudah banyak cerita ya, kemarin jangan jangan anak itu yang korban penculikan ya? ehm, kalau gitu ta culik lagi aja dah.

iya bang, masih di semarang. mau pulang tapi kehabisan tiket, ayo ta ajak nie. mumpun masih ada beberapa hri lagi di semarang. heheh mau?

Tebak Ini Siapa said... Reply Comment

Hehehe dilema ya mau ngasih...
Katanya dinsos sih sebaiknya nggak ngasih di jalan...
Ada balihonya di sini gede gede wkwk gambar foke...
Auk ah...

insani cita said... Reply Comment

Keren juga ya gan pendapatan pengemis yang di berita itu ,tapi sayang mengemis dijadikan usaha pokok....

Muro'i El-Barezy said... Reply Comment

ada bebrapa kemungkinan sob, biasanya ada juga mereka dipakasa orang tua untuk mencari uang dan ternyata mereka juga punya bos yang tiap hari mereka harus nyetor uang dengan jumlah tertentu..
kita prihatin dengan keadaan seperti ini, tanggung jawab kita semua untuk menaggulanginya dengan berbuat semampu kita....

mereka kadang kasar mungkin tempaan kehidupan jalanan yang keras sehingga membentuk karakter, semoga tidak bertambah banyak jumlahnya..PR buat negara kita ya sob:}

Arriyadh Prayugo said... Reply Comment

Berharap ada anggota DPR yg terhormat, yang mau membaca artikel ini. Anak jalanan adalah korban dari oknum yg RAKUS. Demi Lembaran Kertas Berharga, mereka tanpa merasa bersalah tega mempekerjakan calon pemimpin bangsa ini seperti halnya budak. Anak jalanan harus diselamatkan, belum saatnya mereka bekerja

Catatan si Riki said... Reply Comment

Sangat dilematis memang, di satu sisi kita sangat kasihan melihatnya, di sisi kadang mereka menggunakan uangnya utk nge-lem, sabu, dll...

Seharusnya ada yg lbh peduli utk membenahi "mental pangemis" ini...

Blogadexme said... Reply Comment

Setidaknya anak jlnn hrs di tmptkn di loksi yg sesui....nice artikl sob,,,!
tq

Kini Aku Tau said... Reply Comment

oh jadi ke Semarang buat liburan. kirain berbisnis.. hoh

btw gan anak gadis kecil yang minta duit itu cakep gak? fotonya gelap banget gak nampak. haha.. kalo cakep di adopsi aja ke kostnya gan. wkakaka

eh ane baru tau kerjaan anak punk itu juga minta minta ya,.. selama ini ane kira seperti ana band atau anak kreatif modifikasi gitu. kayak motor.. hahah jadi kalau udah diperas musti dikasih ya? kalo gak gmana? dipukulin?


dan okelah.. ane jjrang keluar. jadi simpulannya kalo mau kasih sedekah mending kasih yang lain kayak makanan gitu ya.. okedeh

Bung Penho said... Reply Comment

gue setuju kawan. mamang sekarang ada dalang dibalik banyak2nya aktivitas para anak jalanan seperti ini. pemerintah harus lebih proaktif dan selektif nih.
kadang kalo gue ke kota sering banget liat banyak peminta-minta yang bersebaran di jalanan. gak enak liatnya dan kadang bisa bikin macet!

Benny Dwi said... Reply Comment

wew ada juga metode pake ngasih amplop ?
anak jalanan klo gak dikasih kasihan juga, tapi sepertinya punya bos deh atau emng karena oarang tua hehehe,,

Blog Keperawatan said... Reply Comment

lah dari semarang to...? Lah kok tidak kabar-kabar bisa main ketempatku mas...
Maaf malahan tidak komentari postingannya nih.

Di semarang memang banyak yang seperti itu. kadang miris melihatnya di pinggiran jalan

brown sugar said... Reply Comment

bingung mau bilang apa.. inilah fenomena masyarakat disekitar kita. kita ga bisa menyalahkan satu sama lain, karena semua berkaitan

Informasi Terbaik said... Reply Comment

Wah gila hanya jadi pengemis bisa jadi orang kaya (ckckck). Saya berhenti aja jadi blogger dan beralih profesi jadi pengemis hehehe

affanibnu said... Reply Comment

melihat komentar dari "informasi terbaik" di atas ada benarnya juga.. :D

ngapain capek2 ngeblog, cari duit online, yang offline aja dapet yang menggiurkan.. :D

well, saya malah tidak pernah memberikan uang kepada anjal..

Rohis Facebook said... Reply Comment

berprasangka baik ajalah., mereka emank butuh, entah itu butuh duit atw makan...yg pastix kita sdh memberi dgn ikhlas...

UnlimitSoft said... Reply Comment

hehe... maaf ya bang saya gk terlalu baca kisahnya.. saya nyampein minta maaf aja.. selama ini koment dan kunjungannya belum terbalas... :D

Fahmi Setiawan said... Reply Comment

Setuju dengan kata "lebih baik memberi dengan barang atau benda yang bermanfaat aja" kalau uang kita kan gak tau nanti lari uang itu kemana? :D nice post nih bang mengharukan banget :D

Coretanku said... Reply Comment

Betul sekali sob, saya juga kalo gak ngasih ke anak jalanan bukan karena gak punya duit, takut disalah gunakan aja dan jadinya gak iklas. kalo saya mending tak masukkan kotak amal di masjid. Kan sudah ada bagiaannya untuk anak yatim kalo di masjid.

karyakuumy said... Reply Comment

Betul mas, mereka itu biasanya didalangi oleh bos2nya..
Kasian juga mereka diperalat oleh orang yg tidak mmpunyai hati.
Padahal kan anak2 trmasuk penerus bangsa ini..

Real Story '12 said... Reply Comment

Benar, di kota besar biasanya hal seperti ini sudah ada " BOS "
dari salah seorang atau sekumpulan anak jalanan
sungguh naas ketika melihat anak yang masih kecil meminta-minta
rasanya enggan memberi, lebih baik di belikan makanan...

karena kehidupan anak jalanan ketika masih kecil
mungkin pembentukan etikanya yang kurang, juga bisa memperburuk pembentukan pribadi pada sang anak.

mendingan sih, kalau memang ada...
dibawa ke panti asuhan buat di ajarkan hal hal yang bisa bermanfaat di masa depan, dengan berbagai kerajinan,
insyaallah dia bisa menjadi wiraswastawan yang besar.

jadikan pelajaran, kita tidak boleh melihat keatas
karena masih banyak orang yang jauh untuk masalah perekonomian
yang berada di bawah kita.
makasih...

Drieant said... Reply Comment

heheh, mungkin bener juga, lebih baik jangan memeberi. soalnya mereka yang oknum itu tau di mana letak strategis, sedangkan mereka yang benar benar miskin masih punya jiwa yang kya. masih malu untuk meminta kalau tidak kepaksa

Drieant said... Reply Comment

karena jiwanya yang lebih miskin, makanya ia jadikan ngemis sebagai mata pencaharian

Drieant said... Reply Comment

iya gan, sebenarnya serba dilematis keberadaan mereka ini, entah emang oknum atau bener bener butuh. yang jelas kita juga bertangun jwab untuk mengurangi hal seperti ini :D

Drieant said... Reply Comment

iya gan, sebenarnya yang jiwanya miskin tidak hanya oknum yang memanfaatkan anak jalanan, tapi juga DPR yang tanpa tedeng aling aling hanya mementingkan perut dan mengambil hak orang lain. akhirnya, mereka mereka ini terlantar. sungguh ironi ya :D

Drieant said... Reply Comment

sepertinya tidak mebahas mengenai penempatanya dah :(

Drieant said... Reply Comment

anak punk emang ada si yang untuk band. tapi ga tau tu. klo di jakarta dan kota kota sekitar, dia malah jadi pengemis tu. minta minta ga jelas.. makanya bikin sebel.
ehm, gimana ya? serem juga gan tampangnya. sepertinya si dia emang ud modal nekat, makanya kita takut. yang waras ngalah lah klo kata orang jawa

klo anak jalanan kemarin, gimana ya? ente mau? ya kesemarang aja gan.

Travel Haji Khusus said... Reply Comment

Wah, semarang tempat ane maen dulu pas masih kuliah di JawaTimur....
dah pernah ane jelajahin disana,hehe...
Makasih sob,

emmethe said... Reply Comment

aduuhh sob saya terharu , inget dulu jadi anak ngrantau n sekaligus jadi ank jalanan , yah meskipun beberapa hari .. :p

Anak yatim piatu adalah anak Alloh... jika kita memberi rizki k padanya. maka kita di cukupi rizki oleh Alloh... :D

kayanya seperti fim ya sob , dibalik mereka ada Bosnya yang memeras uang...
wweeh gede ya cuma bagi2 amplop dapet 1 juta ...
gw kalah penghasilan sama anak jalanan gan .. hahaha :D

Stupid monkey said... Reply Comment

ini PR besar bagi pemerintah kita sob, dimana kemiskinan seharusnya bisa di tanggulangi dan di berikan pasokan dari nergi yg kaya ini, saya melihat tingkah kebobrokan manusia semakin tinggi setiap harinya, mungkin hal itu yg menyebabkan semua ini terus berlarut :D

Isnan Nugrah Lastiko said... Reply Comment

sepertinya itu sudah menjadi profesi mereka (mata pencaharian) , sepertinya.. dan di balik itu semua ada manajemen (kepala yang memberikan perintah)

mungkin.. hanya sekedar opini

Drieant said... Reply Comment

iya, mental itu lebih miskin daripada hartanya sendiri yang menjadikan mereka ga malu untuk menjadikan meminta minta sebagai profesi

wongcrewchild said... Reply Comment

wedang rondenya tuh...bikin kangen :)
kayaknya sdah dimana2 yg model bgini, jngan salah.. kadang pnghasilan mrka jauh lbih besar dari yg ngasih duit..
sbenarnya kasian buat mrka yg bnar2 mminta2 krna mmang gak mmpu brbuat apa2

ayyana pyon said... Reply Comment

wah.. aku setuju tuh sama bang rohis :D

zachflazz said... Reply Comment

kasus yang di tembalang di atas, berdasarkan kisah di koran, kadang si anak adalah korban penculikan yang lalu dicuci otaknya. kebayang kan gimana penderitaannya, juga orang tuanya yang kehilangan dia.

Irwan Saputra said... Reply Comment

Wlaupun krjaan si anak punk gitu sob, tpi mreka jga kan manusia yg mmbutuhkan khdupan dri org lain,

Blogadexme said... Reply Comment

mksud sya spaya para anak jlanan yg lgi ngemis2 sperti anak punk tuhh di bwat penampngan yg khusus ke hl trsebut,,,, :D

Bang Dayat said... Reply Comment

wahhh,, bener banget sob..
anak punk di indonesia ini kecilnya adalah sebagai peminta-minta seperti gadis kecil di atas, kemudian besar dan kebiasaan hidup dengan keras di jalanan, maka akan tumbuh menjadi anak punk yg kerjanya pun hanya meminta-minta... mending kalo di luar negeri anak punknya rapi dah tidak meminta-minta., rata-rata sih golongan orang berduit semua kalo anak punk di luar negeri, gaya punk cuma di jadikan sebagai life style aja tuh

Drieant said... Reply Comment

pertanyaan logisnya,
klau memang mereka butuh orang lain, kenapa mereka tidak menghormati dan menghargai orang lain dengan membuat keresahan, meminta dengan cara yang tidak baik. klo mereka tidak menghargai kita, kenapa kita juga harus menghargai mereka.. kan gitu?

Drieant said... Reply Comment

wah ternyata sampe bikin macet juga ya, ehm, jadi masalah serius nie.

Terunik said... Reply Comment

luar biasa deh pokoknya

anak smpku said... Reply Comment

yupsz setuju, mending ngasih makanan daripada uang..
kalo minta uang emang tanda tanya banged; kebetulan pernah hobi liat kegiatan mereka
tembalang tetangga ngesrep, banjarsari apa banyuputih ya, inyong agak lupa :D
nek lesehan di jl pandanaran kali hehehe

agusbg said... Reply Comment

terkadang bingung juga sih, kalau bujang biasanya saya ngasih rokok 2 batang... tapi terkadang ada ibu2 bawa anak kecil jadi kasihan juga... mungkin yang terpenting niat dulu ngasih uang dengan iklas masalah dia ada bosnya atau tidak nomor 2...

Hzndi said... Reply Comment

enak banget dong kalau kayak gitu :p

Fauzi uz-ay said... Reply Comment

hmmm polemik dari zaman dulu ini, kadang kalau ngeliat anak punk rada gimana gitu pernah liat sekujur mukanya tindikan semua ya allah apa yang mereka cari. bener bang apa mau mereka begitu terus selamanya? padahal rata-rata udah dewasa toh, apa ngga ada keinginan berumah tangga, dsb..

Rohis Facebook said... Reply Comment

jalan2 malam minggu sob..

selamat berakhir pekan ya...*smile

anisayu said... Reply Comment

saya juga sering menemui ana kecil meminta minta, dan paling ga tahan lihatnya, ga banyak tanya ya kukasih seikhlas hati...

Waro Muhammad said... Reply Comment

Ninggalin jejak ah... hehe

alam's the great said... Reply Comment

kasian banget tuh anak jalanan..

manggis said... Reply Comment

Kalo pendapat dari ane mas..walau pun anak jalanan di beri berbentuk barang, tetap tidak bisa mengendalikan pertubuhan mereka, karena anak anak jalanan itu sepertinnya tidak punya jiwa yang baik. tetap aja mas kaya gitu.

Drieant said... Reply Comment

kayanya klo emang butuh karena orng tua, dia akan lebih sopan dah.

Drieant said... Reply Comment

wah masternya semarang akhirnya angkat bicara, iya ya gan. ternyata banyak ya yang kaya gitu

Drieant said... Reply Comment

ya benar juga, ini jawaban yang bijak sana.

Drieant said... Reply Comment

iya ya, ayo berhenti bareng. pindah profesi aja dah ya :D

Drieant said... Reply Comment

iya gan, ada benarnya juga. heheh.
bagus gan klo ga pernah ngasih, paling tidak kita sedikit memberantas pertumbuhan mereka.

Drieant said... Reply Comment

beda pendapat si ya gan. klo emang dia butuh duit, kenapa dia terus terusan di sana? orang yang bener bener butuh duit aja kadang suka malu mintanya, ko enak enaknya mereka minta? kan aneh. klo mau ngasih, mending barang aja menurut ane. jadi lebih tepat sasaran.

Drieant said... Reply Comment

iya bang, lebih baik barang aja ya :)

Drieant said... Reply Comment

setuju gan, klo ke kotak amal masjid udah jelas ya. bener kata agan. mantap.

Drieant said... Reply Comment

iya ya, yang penting jangan sampe ke bablasan. kasihan nanti bangsa ini ya klo anak anaknya sudah di doktrin dengan uang.

Drieant said... Reply Comment

setuju sama pendapat agan. emang si, bisa jadi sperti itu.

dan masalah pelajaran agan itu, heheh. iya juga gan. jangan selalu melihat ke atas ya, saatnya pula melihat ke bawah dan berbenah.

Drieant said... Reply Comment

heheh, klo anak yatim si emang iya gan. kita ngasih dapet pahala. cuma kan klo anak jalanan kita ga tau, klo ada dalangnya, malah dalangnya yang untung.

mending klo mau ngasih, ngasih ke panti aja. dia ud jelas memelihara anak jalanan.

Drieant said... Reply Comment

iya ya gan, yang di atas lebih miskin hati. dengan seenaknya berkorupsi tanpa melihat orang seperti ini.

Drieant said... Reply Comment

aku juga bependapat seperti itu gan :D bisa jadi emang gitu.

Drieant said... Reply Comment

iya gan, emang mereka kadang penghasilannya lebih besar dari pada yang ngasih. jadi ga perlu di kasih dah :))

Drieant said... Reply Comment

ou korban penculikan ya. ehm, bisa jadi ya. kasihan juga kalau gitu ya gan.. orang tuanya yang lebih kasihan.

Drieant said... Reply Comment

heheh. iya gan, klo di luar negri si rapih rapih, ud kebanyakan duit. di sini, jadi gelandangan dan ga punya moral. payah ya, berbeda jauh dan melenceng.

Drieant said... Reply Comment

heheh. aku nda tau semarang banget mba, cuma ikut ade aja. heheh. iya ada ngesrep segala, tapi nda tau di mana letaknya. :D

Drieant said... Reply Comment

ehm, sebaiknya si di kasih makan aja gan :D

Drieant said... Reply Comment

iya gan, apa ga ada keinginan hidup lebih baik ya? apa ga bosen hidup lantang lantung kaya gitu?

Drieant said... Reply Comment

ehm, lain kali mungkin kasih makanan aja mba. tapi emang ga mudah si ya :D

Post a Comment