Berapa Gaji Ayah

Share Article : Tweet This FB Share Email Share

oleh cerita anak kost on Monday, July 30, 2012


Berapa gaji ayah - Adalah Romi seorang manager sebuah perusahaan besar, perusahaan yang telah membawanya memiliki harta yang cukup melimpah dan juga tentunya kerluarga yang bahagia. Ia dikarunia seorang anak bernama dinda, seorang anak gadis yang masih berumur 9 tahun yang selalu ia tinggalkan karena kesibukannya di perusahaan. Setiap hari romi selalu pulang malam dimana putrinya telah tertidur, malam ini ia pulang jam 9 malam dan ia mendapati putrinya ternyata yang membukakan pintu untuknya.
'Loh ko belum tidur' sapa romi kepada putrinya, sepertinya ia telah lama menunggu kedatangannya.

'Aku nunggu ayah pulang, sebab aku ingin tanya sesuatu. Berapa si gaji ayah?' tanya ia lugu.

Romi membalasnya dengan ramah 'Kamu hitung ya, satu hari ayah bekerja 10 jam dan dibayar 400ribu. Setiap bulan rata rata ayah bekerja 22 hari, itu pun sabtu masih lembur. Nah berapa gaji ayah hayo?'

'kalau satu hari 400.000 di bagi sepuluh. Berarti satu jam ayah digaji 40 ribu kan yah?' Dinda menjawab

'Pintar. Sekarang cuci kaki dan tanggan, kemudian tidur ya...' Romi menjawab,

'Ayah aku boleh pinjam 5.000 ndak' pinta dinda kemudian

Merasa kesal sedikit kesal, kemudian ia menjawab 'Sudah jangan macam macam, untuk apa malam malam kamu minta uang' kemudian ia melanjutkan 'sudah tidur sana...'

'Tapi yah...' Dinda melanjutkan

'Sudah, ayah bilang tidur...' romi melanjutkan.

Kemudian dinda berlari dengan sedih ke kamarnya. Dan romi melanjutkan untuk membereskan tasnya kemudian ia mandi, seusai mandi ia merasa bersalah atas sikapnya terhadap anaknya. lalu ia masuk ke kamar anaknya dan ia melihat anaknya sedang tidur sambil menggengam uang 15.000 di tanggannnya, ia belum tertidur sempurna karena masih terdengar isak tangis darinya. Lalu romi menghampiri anaknya, dan ia mengucapkan :

Berapa Gaji Ayah

'Maafin ayah ya..' ucapnya sambil mengelus kepala putrinya, ia melanjurkan
'Ayah sayang sama dinda, tapi untuk apa dinda malam-malam minta uang'

'Dinda tidak minta, dinda hanya minjam' jawab putrinya, ia melanjutkan. 'Nanti dinda kembalikan kalau sudah mengumpulkan uang jajan seminggu ini'

'Iya tapi untuk apa' Jawab sang ayah
'Dinda nunggu ayah dari jam 7, mau ajak ayah main ular tangga 30 menit aja. Mamah selalu bilang, ayah itu sibuk, setiap waktu ayah amat berharga. Jadi aku mau ganti waktu ayah. Aku buka tabungan ku, aku hanya punya 15 ribu. Karena ayah satu jam di bayar 40 ribu, berarti setengahjamnya ayah di bayar 20 ribu. Uang ku kurang 5 ribu, makanya aku ingin pinjam uang ayah.' katanya polos.
Saat itu romi hanya bisa terdiam.

Renunggan.

Anak adalah anugrah yang tak ternilai harganya, ia adalah titipan Ilahi yang perlu kita syukuri.

Setiap jabatan dan posisi yang kita miliki di perusahaan, semuanya hanya bersifat semu. Berapa lama kita akan memimpin perusahaan? jikalau esok pun anda pindah atau mengundurkan diri, perusahaan selalu punya orang yang siap menggantikan anda. Namun ketika anda tidak ada di sisi anak anda, siapa yang akan mengantikan posisi anda sebagai ayah? adakah yang mampu menggantikannya?

Fariza Indrianto Cerita Anak Kost Updated at: Monday, July 30, 2012

{ 59 komentar... read them below or add one }

Asis Sugianto said... Reply Comment

Cerita yang sangat mengharukan dan menyadarkan kita sobat, kalau betapa pentingnya waktu yang sedikit untuk diberikan kepada orang yang kita kasihi, karena uang tidak bisa membeli segalanya, hanya kasih saya dari orang tua yang dibutuhkan oleh seorang anak...

Terima kasih untuk kisahnya ini sobat...

Semoga saja dengan kesibukan saya yang padat, tidak mengurangi sedikit perhatian saya kepada orang-orang yang saya sayangi,,,

Amienn....

Zaenal Abidin said... Reply Comment

Sbuah kiosah yang inspiratif dan menyentuh sob.....
Alhamdulillah ane dapat meluangkan waktu dalam keseharian bersama anak, karena memang kerjaannya ya di rumah aja bersama keluarga, hehe.....
thanks dah di share artikelnya....

Bung Penho said... Reply Comment

yahhh!, elo bikin sedih aza nih.
kadang banyak orang tua seperti itu. keasyikan dgn kerjaannya. yg penting dapet duit banyak, segala kebutuhan dan keinginan anak terpenuhi. padahal si anak belom tentu mo beli ini itu tetapi justru pengen kasih sayang, belaian dari si ayah! huhuhuuu..sedih banget deh.
btw, untuk ukuran org kampung, hal semacam ini jarang sekali terjadi karna memang gak sibuk2 amat!

Ahmad Suwito said... Reply Comment

hiks...

Bayu Handono said... Reply Comment

hebat ada ank minjam uang sama bapaknya,

Yuyud said... Reply Comment

Renungan yang sangat menyentuh hati sob. Memang benar, sekarang bnyak orang tua yang lebih mementingkan pekerjaan

Ririe Khayan said... Reply Comment

Duhh, si dinda kritis dan cerdas banget. Ketika di bilang ayahnya sibuk kerja..logika anak-anaknya yg masih lugu langusng menghitung untuk 'mengganti' waktu yg dia butuhkan sehingga persepsi gaji sang ayah tak berkurang.. Aku dulu gak kepikiran lho kayak gitu..sehari-hari sudah 'bermain' bareng soale di sawah. hehehe

zachflazz said... Reply Comment

asli mengharukan. bagus banget. koq bisa touchy begitu? haha... mantap nih Mas Drieant.

iya, bener banget. saya bisa nyelami banget soal ini. bagi keluarga, eksistensi berharga sekali. kalkulasi materi hanya akan menyesatkan. si anak ini produk didikan baik ibunya bercampur dengan pola kerja ayahnya yang diterjemahkan sebagai budaya di rumahnya.

Gunawan Frincencius said... Reply Comment

Pasti kesepian banget anaknya sampai mau bayar waktu ayahnya , untung ayah saya dulu ga seperti tu :)

a.i.r said... Reply Comment

meskipun saya membacanya berkali kali tetap : makjleb!

bener kata mbak ririe.. logika anak2 masih 1+1=2.. masih belum bisa ditekuk.. belum ada relativitas...

well, apa tujuannya kita menikah dan punya anak jika kita tidak punya waktu bersama mereka..

Hzndi said... Reply Comment

sangat menyentuh sob :( no commentlah saya

cak oni said... Reply Comment

sekedar ammpir sob . .
renungan yang memprihatinkan sob . .mengetuk hati

Zevin said... Reply Comment

Sedih jg sob bacanya, memang tdk baik klo anak sering ditinggal orang tuanya, mereka msih butuh kasih syang ortu.
Sbnernya kisahku jg hampir mirip seperti itu sob.

blog said... Reply Comment

sedih banget, mau main sama ayahnya aja harus ngumpulin uang dulu................

Drieant said... Reply Comment

iya gan, begitu membutuhkannya anak akan kasih sayang orang tua. semoga ini bisa jadi bahan refleksi bagi orang orang yang mau punya anak atau sudah punya anak dan melalaikan anaknya.

Drieant said... Reply Comment

iya gan, ane cuma berbagi dan saling mengingatkan. semoga aja bagi mereka yang akan punya anak dan sudah punya anak akan selalu sadar atas karunia yang di berikan tuhan, yaitu anak :D

Agriculture Product said... Reply Comment

haduhh,lama gak main kesini sampai sini jadi nangis....:'(

Djangkaru Bumi said... Reply Comment

Waktu tidak bisa di putar ulang, temanin anak selama masih kecil , karena kelah akan menyesal sendiri karena tidak bisa menemani dikala anak masih kanak-kanak.

♥VPie◥♀◤MahaDhifa♥ said... Reply Comment

. . wachhhhhhhhhhhhh,, tiap kali baca ini pasti jadi sad dech. tapi emank kebanyakan seorang bapak itu waktunya pasti banyak digunakan untuk mencari uang,, jadi sampe lupa kalau kebahagian sang anak itu bukan karena materi, tapi melainkan kebersamaan . .

Djangkaru Bumi said... Reply Comment

Koment saya kok tidak muncul, apa masuk spam ya ? Intinya jangan lupakan tanggung jawab sama anak/keluarga ya gan ? kasih sayang tidak hanya cukup dengan uang.

Bang Dayat said... Reply Comment

wahhh, salut nih sama nih anak, dia cuman minjam bukan minta
dan akan mengembalikan, kalau saya memang cuman minta sama bapak saya.
kalau gak di kasih yah minta sama ibu saya gan :D

Benny Dwi said... Reply Comment

sedih bener, minjem uang hanya untuk meluangkan waktu anaknya ckckckckc

Bisma Dewantara said... Reply Comment

memang benar, di baca nerkali kali tetap mengharukan, kadang saat kita terlalu sibuk dewngan sesuatu kita jadi lupa akan orang2 di sekitar kita

anisayu said... Reply Comment

jadi terharu,
karna anak yang lugu,


hikz... cerita yang baik banget :)

Muro'i El-Barezy said... Reply Comment

dari awal sampe akhir ane baca artikel ini sob, sungguh sangat memberi pelajaran buat kita, apalagi yang sudah punya buah hati, sesibuk apapun hendaknya tidak melupakan keluarga ya sob, slam super dan sukses

Coretanku said... Reply Comment

Iya, betul sob. Kadang kesibukan pekerjaan membuat kita lupa keluarga.

yusrandante said... Reply Comment

sungguh dan sangat mengharukan ... betapa menyedihkannya keluarga yang hanya mati-matian mencari materi tanpa menyempatkan diri untuk saling berbagi kasih sayang...

emmethe said... Reply Comment

saya terharu kalo crita seperti ini, dulu saya perna mengikuti sebuah sminar yang menceritakan seorang ayah yang tidak punya waktu untuk anaknya, karena ia sibuk bekerja, disaat anaknya meninggal dunia dia sangat menyesal sekali, merasa kehilangan , dan menyesal selalu mementingkan pekerjaanya ... T_T

oya sob masalah blog ane. ane udah email . tapi kunjungi blog saya dulu 10 mnit aja , untuk memastikan iklanya udah ilang apa blom, coz udh saya otak-atik sendiri...

Yuyud said... Reply Comment

Mampir lagi sob. Selamat puasa. :D

Asis Sugianto said... Reply Comment

mampir lagi nih sobt menymbung silahturahmi sembari menunggu post dari sobat...

BlogS of Hariyanto said... Reply Comment

terkadang kegiatan mencari rezeki dapat melupakan atau mengabaikan kedekatan hubungan emosional dengan keluarga..terutama sang anak :)

Thanjawa Arif said... Reply Comment

kisah yang bisa dijadikan bahan renungan bagi para orang tua

eksak said... Reply Comment

Cya... Cya... Cya... Cya... *kejepit kalimat terakhir!*

berbahagialah orang yang selalu merasa cukup dg apa yg dia miliki! Cukup waktu dg kluarga, cukup duit buat beli mobil, cukup buat rumah dsb.

Asep Haryono said... Reply Comment

Benar bangeds. Sesibuk apapun kita, mari usahakan untuk memberikan waktu dan perhatian kepada anak anak kita. Terima kasih sudah mengingatkan

Achmed Islamic Hernawan said... Reply Comment

bner2 tersadar ngebaca cerita ini. Kita harus ingat, hidup itu bukan hanya kerja saja, tapi bersama dengan keluarga. Itu adalah hal yg penting. Nanti, saya jg tak akan sperti itu, keluarga adalah segalanya bagi saya. Masalah uang dan kerja, itu hanyalah sementar, namun kebahagiaan, akan dibawah sampai ke akhirat... :)

Hzndi said... Reply Comment

datang lagi dan membaca ceritanya, tidak pernah bosan !

Yuyud said... Reply Comment

Nunggu postingan baru sob. :D

Drieant said... Reply Comment

iya ya, biasanya yang kaya gini nie orang kota. klo orang di desa jarang, soalnya selalu bersama keluarga dan karena mereka juga ingat akan keluarga.

Drieant said... Reply Comment

ehm, ada makna lain gan dari cerita itu, bukan sekedar minjam duit.

Drieant said... Reply Comment

iya, banyak yang ga peduli sama keluarganya :(

Drieant said... Reply Comment

hehehe. iya si dindanya kritis, dia hanya ksepian pada dasarnya. kurang kasih sayang, sehingga ia mencari cara agar bisa memdapatkan kasih sayang sekalipun harus mengumpulkan uang

Drieant said... Reply Comment

wah percaya lah saya sama agan, karena saya sendiri belum pernah menjadi ayah. mungkin seperti itu rasanya kali ya, begitu menyentuh dan membutuhkannya kasih sayang seorang anak atas ayahnya.

Drieant said... Reply Comment

iya ya, kesepian banget tu dia :(

Drieant said... Reply Comment

iyaya.. apa gunanya menikah kalau anak di terlantarkan. padahal banyakpasangan juga yang kepengin punya anak.

Drieant said... Reply Comment

hehehe. sedih ya gan :(

Drieant said... Reply Comment

sedih dan menyedihkan ya gan. semoga bisa di ambil pelajaran dah :D

Drieant said... Reply Comment

heheheh. yang bner kisah ente mirip kaya gitu gan, wah kesepian sekali ya berarti. :(

Drieant said... Reply Comment

iya bang, orang tuanya ga ngerti kalau anaknya kesepian ya?

Drieant said... Reply Comment

iya gan, ntar menyesal sendiri kalau terjadi sesuatu sama anak kita. harusnya bisa menjadi pelajaran.

Drieant said... Reply Comment

iya ya, point terakhir itu yang harus di cam kan.

Drieant said... Reply Comment

muncul ko bang. :D

Drieant said... Reply Comment

iya, se sibuk apappun sebaiknya keluarga yang utama ya gan.

Drieant said... Reply Comment

iya gan, jadi kesepian tu anak ya. akhirnya bisa jadi brandalan kalau kurang kasih sayang. :D

Drieant said... Reply Comment

iya gan. emang penyesalan terjadi belakangan, kalau sudah begitu, sadar pun sudah terlambat. makanya kita saling mengingatkan akan pentingnya keluarga.

Drieant said... Reply Comment

iya gan, semua serba cukup saja. jangan berlebihan ya. akhirnya ga imbang.

Drieant said... Reply Comment

iya gan, saling mengingatkan saja kita :D

Drieant said... Reply Comment

iya gan, semoga agan sadar juga sampe akhir ya gan. soalnya prakteknya kadang lebih susah gan :D

teropongku.com said... Reply Comment

Ada kemiripan cerita dengan singapore film, Im Not Stupid Too.. . .

Tapi apapun yg jelas uang bukanlah segalanya. Anak juga perlu waktu dari ayah ibunya

Putri Gita said... Reply Comment

cerita yang sangat menyentuh.
dan itu juga sebagai pelajaran buat kita, jangan sampe' kita tekelabui oleh uang.

Post a Comment