Master Chef Indonesia Dua Kurang Menarik

Share Article : Tweet This FB Share Email Share

oleh cerita anak kost on Friday, August 31, 2012


Master chef indonesia dua kurang menarik. Tak terasa sudah 9 besar peserta master chef indonesia dua, berarti sudah lebih dari satu bulan acara master chef indonesia berjalan. Suka duka dan pola permainannya sudah terlihat, dan disinilah kita bisa melihat apakah acara master chef tersebut menarik atau tidak.

Dari yang saya amati, awalnya acara ini menyenangkan karena sebuah reality show yang jarang ada. Sebuah kemampuan dan pengetahuan memasak seseorang di uji dan di perlihatkan, termasuk pula kemampuan jurinya. Acaranya menegangkan dan membuat penasaran, karena kita tidak tau kesulitan masakan yang akan di sajikan, termasuk pula siapa yang pulang selanjutnya. Namun disinilah yang membuat hal tersebut kurang menarik, apa saja yang menyebabkan master chef indonesia dua kurang menarik.

Master Chef Indonesia Dua Kurang Menarik

1. Peserta Master Chef Indonesia

Peserta master chef terlihat hanya berfokus kepada orang tertentu, orang yang unggul dan ahli memasak itu-itu saja, tidak merata ke semua peserta. Bahkan sampai di 9 besar ini, orang yang berhasil memenangkan pertandingan ya berkutat pada orang-orang itu saja. Yang lain hanya sebagai tim penggembira di mana masakannya, menurut komentar juri, tidak ada yang terlalu istimewa.

Dilain pihak, fokus kepempimpinan ketika terjadi duel group, lomba memasak berregu, hanya berfokus pada Desi yang notabene direktur hotel (kalau ga salah). Yang lain kemana? Ga bisa mimpin? Atau mau cari aman. Jadinya konflik yang terjadi pun tidak imbang, menjadi membosankan karena kita sudah tau siapa yang bakal menang.

2. Chef Junior Rorimpandey

Di master chef indonesia sebelumnya, kita melihat beberapa kali juri turun tangan untuk memasak atau sekedar mengajarkan teknik tertentu. Sekarang? Sungguh kasihan pesertanya, mereka tidak mendapat peningkatan skill dan keahlian karena tidak pernah di tunjukan oleh jurinya.
Juri terkesan membosankan, mereka hanya menuntut keahlian memasak dari pesertanya tanpa menunjukan keahlian mereka sebagai juri.
Chef juna, sebenarnya dia yang paling saya tunggu untuk turun tangan dalam mendemokan masakannya, karena dia yang berkomentar paling pedes. Kita perlu tau kemampuannya, bukan hanya dari membaca profil juri master chef indonesia 2, karena itu hanya tulisan, yang kita butuhkan kemampuan. Mana buktinya kalau memang dia bisa, coba di tunjukan bukan hanya berteori ketika memberikan instruksi untuk membantu peserta. Dan kesannya, saat ini dia sebagai artis, bukan sebagai juri. Chef juna lebih terlihat acting dari pada memberikan penilaian yang benar. Itu si menurut saya.

3. Chef Maria Irene Susanto

Chef marinka, di season master chef indonesia sebelumnya dia saya perhatikan ramah dan membantu pesertanya, ia punya kesan baik. Tapi kenapa ko dia di master chef indonesia dua ini terkesan berwatak jahat ya, tidak membimbing tapi lebih ke menuntut, meminta tanpa memberikan kasih sayang sebagai juri yang baik.

Namun sedikit kebaikan dia, ia sering mendemokan masakannya ketika pressure test di lakukan. Jadi kita memang bisa melihat kemampuannya dalam membuat masakan boleh di bilang ok dan memang pantas jadi juri.

4. Chef Degan Septoadji Suprijadi

Chef degan adalah hal yang menarik bagi saya dalam master chef indonesia dua ini. Chef yang pada awalnya terlihat garang bahkan menyaingi chef juna, makin kesini terlihat bahwa ia adalah orang yang bijaksana.  Entah itu acting atau sungguhan saya tidak tau, tapi yang membuat saya angkat topi terhadap chef ini, dia selalu menghargai masakan orang. Walaupun rasanya tidak enak, dia tetap memakan masakannya dan tidak pernah me – ‘lepeh’ (istilah jawa, artinya memuntahkan makanan) yang ia makan. Beda dengan juna ataupun chef marinka.

Satu hal lagi, chef degan ini kalau memberi komentar tentang masakan total, bahkan dia sampai membuka dan membongkar masakan seseorang dan di perlihatkan letak kesalahannya di mana. Itu lah hal yang pantas dari seorang juri, benar benar memberi masukan yang membangun pada pesertanya.

Akhirnya, itu semua hanya penilaian saya dan sebuah masukan, walaupun mungkin masukan ini tidak berarti lagi karena pada saat tulisan ini di buat acara master chef indonesia sudah berakhir. Karena kita tau, acara tersebut yang di tampilkan di TV adalah siaran tunda. Namun, layaknya suporter bola, saya sebagai penonton hanya bisa berkomentar, semoga saja tidak semua orang menilai bahwa Master chef indonesia dua kurang menarik

Fariza Indrianto Cerita Anak Kost Updated at: Friday, August 31, 2012

{ 35 komentar... read them below or add one }

Asis Sugianto said... Reply Comment

Gak ada yang kalah dengan Master Chef yang perma sob, komposisi Jurinya bgus sobat...

agus bg said... Reply Comment

iya sob master chef 2 kurang menarik, makanya saya hanya beberapa kali nonton acaranya... beda dengan yang pertama dulu waktu rombongannya si Verro lebih seru...

niceppt.com said... Reply Comment

iya bang, sekarang rasanya mereka semua di tuntut persertanya tanpa di beri pengetahuan sama si juri.

zachflazz said... Reply Comment

saya melihat agak dibuat-buat tu perlakuan para chef yang jadi juri. nggak natural kayak pas edisi pertama dulu.
tapi apapun, saya tetep respek sih, karena dengan acara ini semua orang jadi makin menghargai dapur. itu point banget.

Thanjawa Arif said... Reply Comment

betul sob greget master chief 2 sudah berkurang jauh dibanding yang ke 1, apa berlaku hukum jenuh seperti kontes-kontes yang lainnya ya

Anak Rantau said... Reply Comment

Wah, saya gak pernah nonton aca ini sob. Tapi yang jelas cewek2 sih pada senang hehehe...

diniehz said... Reply Comment

ho oh.. saya juga lebih suka masterchef yg pertama.. somehow, yah namanya drama reality competition show.. pfttt.

Kini Aku Tau said... Reply Comment

hahah, ane mah gak peduli siapa jurinya, nonton nya aja malas nyaris gak pernah.. mending duduk depan komputer aja.. hehe

oya ini balasan komen.
bukan begitu maksud yang ane bilang gan, viva malah nampilin juga beberapa aertikel blog yang kompas, nah disitulah jadi gak seru viva. hehehe

ane sebenarnya malu kalo artikel kompas ane submit disana eh diterimma. tapi jadi sesekali aja gapapa kayaknya.. xixixi ^^

Yuyud said... Reply Comment

Saya liat master chief yang paling berkesan saat final yang master chief pertama. Selisih angka penilaian nya gak jauh. Malah sebenarnya saya jagoin yang waktu itu jadi runner up (lupa namanya) bisa jadi juara.

Benny Dwi said... Reply Comment

mungkin karena udah versi yang ke 2 gan, makanya ada yang kurang minat karena bosen

Ahmad Suwito said... Reply Comment

gak pernah nonton saya, wong juga gak punya tipi di kontrakan... hihi...

Rawins said... Reply Comment

bintang tamunya kurang bervariasi kali sob
harusnya jangan tukang masak semua tapi dari berbagai profesi
minta peserta bikin makanan kesukaan bintang tamu
asal jangan sumanto aja...

Bayu Handono said... Reply Comment

iya betul, sekali kali tuh jurinya yg suruh masak. ckckck

Stupid monkey said... Reply Comment

hmmm ... ane malah jarang monton sob sekarang, udah sampe gmn ya ceritanya ??? :D

Achmed Islamic Hernawan said... Reply Comment

kalok sy, suka bnget dgan master chef yg 2. soalnya, bkin deg dekan sama pendapat jurinya... :D

EYSurbakti said... Reply Comment

wow, gue gak ngikutin banget si bang.. sesekali aja.. tapi jujur gue rada males liat cheff Juna.. tengil bener gayanye.. udah kayak paling jago aja sedunia .. hehe

Muhammad Hanif said... Reply Comment

setuju sob...
aku dulu sering nonton.. tapi pas nonton yg ini, wah ga asik banget...
bagusan yang dulu

Hzndi said... Reply Comment

mamang sih lebih seru yang pertama deh kayaknya

Penyuluh Perikanan said... Reply Comment

Bagi saya acara master chef ini sangat menarik sobat,
Lumayan juga sih, setidaknya menambah wawasan ..terutama buat saya pribadi,...
selamat dan sukses ya sob.
Terima kasih.

karimalamin said... Reply Comment

agak malas gan liat master chef...
jurinya gak enak2 ngomongnya...

Jhony Tato said... Reply Comment

iya tuh..gak ngenak

cerita anak kost said... Reply Comment

@agus bg. iya gan, yang pertama lebih seru.

cerita anak kost said... Reply Comment

@zach. iya bang, walaupun terkesan di buat buat. lumayan lah buat hiburan karena dengan ini kita bisa menghargai dapur

cerita anak kost said... Reply Comment

@than. bisa jadi gan, mungkin karena ini yang kedua kali ya. tapi terus terang banyak yang nunggu loh.

cerita anak kost said... Reply Comment

@kini aku tau. wah ente masih berjiwa besar juga ternyata ya, tapi kan yang submint di sana bukan cuma ente gan. itu yang jadi masalah,...

cerita anak kost said... Reply Comment

@rawins. heheheh, kalau sumanto asik kali ya bintang tamunya. hahahaha.

cerita anak kost said... Reply Comment

@bayu. iya, bisa masak ga si sebenarnya juri. penasaran juga ya ga gan?

cerita anak kost said... Reply Comment

@achmed. ko ente malah suka yang kedua ini ya? ehm. beda selera si ya, tapi tak apa.

cerita anak kost said... Reply Comment

@m. hanif, iya ya, asikan yang dulu. lebih natural ya.

cerita anak kost said... Reply Comment

@penyuluh. iya juga gan, ya masih bisa jadi buat hiburan lah :D

cerita anak kost said... Reply Comment

@karim. iya gan, banyak omong. jangan jangan mereka ga bisa masak ya? hehhehe.

Fauzi uz-ay said... Reply Comment

yang pertama gue ngikutin banget, yang kedua nggak terlalu tapi secara sepintas setuju bang, demo masaknya kurang dari chef. Paling setuju tentang chef malinka, kok udah ngga keibuan lagi yak membimbingnya.

Rawins said... Reply Comment

masak ala sumanto, agan siap jadi volunteernya..?
haha

Ika Mei said... Reply Comment

saya setuju sekali, master chef yg season 2 kurang menarik...karena dari segi peserta pun sudah terlihat siapa yg menang melulu..kl yg pertama setiap tantangan pemenangnya variatif....n yg lebih tidak menarik lagi..chef vindex kemana yah...hehehe, sy lihat chef juna kok makin sadis yah lebih banyak kritik nya daripada masukannya...marinka jg sama aja...kl chef degan yah kadang2 baek kadang2 begitu deh...tp aga aneh liat chef Juna setelah episode OYONG, episode berikutnya juri2nya jadi ga terlalu galak, sejak itu sy jadi males liat masterchef...hehehe, sy lebih suka liat masterchef australia..juri dan peserta lebih bersahabat, antara peserta pun mereka bisa saling mendukung...yah semoga saja marsterchef bisa lebih baik kedepannya apabila ada season 3...^_^

cerita anak kost said... Reply Comment

@Ika Mei:wah ternyarta mei sependapat juga. iya, emang terlihat kurang menarik ya yang masterchef 2 ini. setuju juga dengan alesan kamu, munkin kalau ada masterchef 3. saya sarankan agar si juna di ganti aja, makin ga jelas yang awalnya dia yang paling di segani dan di cari, kalau si marinka boleh lah, tapi perlu perbaiki sikap. kaya si degan, ane yang setuju untuk di pertahankan. bagus dia, benar benar totalitas, episode barbeque kemarin aja sampe di tungguin si pesertanya walau juri yang lain entah kemana. hebat dia.

Post a Comment