Kenapa Harus Ikut Asuransi

Share Article : Tweet This FB Share Email Share

oleh cerita anak kost on Thursday, June 13, 2013


Kenapa harus ikut asuransi? mungkin itu pertanyaan bodoh bagi orang yang tidak berminat mengikuti asuransi. Asuransi pada dasarnya adalah baik, karena ia semacam jaminan yang akan membuat kita tentram kalau terjadi sesuatu hal, misalnya kecelakaan atau kematian.

Apa si untungnya asuransi? 

Ayo kita berandai andai, kalau suatu saat terjadi kecelakaan atau musibah, dan tau tau kita di suruh membayar sekian puluh juta? apa yang anda rasakan? bingung kan? Asuransi itulah yang menjawab kebingugan saudara. Dengan asuransi, maka pada saat kita kena musibah si asuransi itulah yang nantinya mencover. Ia yang akan membayar jumlah yang menurut kita banyak itu.

Kenapa Harus Ikut Asuransi
Namun semua biaya yang di tanggung asuransi itu tidak gratis, jumlah yang kita bayarkan itu pada dasarnya uang kita sendiri yang kita kumpulkan oleh pihak asuransi, dan si asuransilah yang mengelola semua itu. Saya pikir itulah istilah wajar, hampir semua orang tau hal seperti itu yang merupakan konsep dari asuransi.

Pada dasarnya asuransi itu baik, karena ia membantu meringankan kita. Namun yang perlu di perhatikan, kita harus mencari tau track record perusahaan asuransi tersebut. Mudah tidak membayar klaimnya, berbelit tidak urusannya, dan lain sebagainya. Kadang kita sudah percaya terhadap asuransi tersebut, eh ternyata pada saat kita mengalami musibah, kita bukannya di tolong tapi malah merasa rugi karena si asuransi tidak membayar klaim tersebut.

Apa ruginya tidak mengikuti asuransi 

Ruginya, ya mungkin berlawanan dengan yang saya utarakan di atas. Kita akan mengeluarkan banyak uang untuk biaya musibah atau sesuatu yang menimpa kita. Itu pandangan beberapa orang. Semua orang mempersiapkan asuransi dengan tujuan kalau kalau terjadi musibah, keluarganya bisa tertolong. Keluarganya tidak lagi terlalu menderita. Misalnya kematian, dia siap siap untuk mempersiapkan sejumlah uang untuk keluarganya.

Kenapa Harus Ikut Asuransi
Seperti itupula lah yang ada dipikiran saya, dan akhirnya saya setuju waktu itu untuk daftar asuransi (di bank mandiri) ketika di prospek asuransi axa mandiri. Namun pernah tidak kita memikirkan hal sederhana, kita mempersiapkan uang dengan joint asuransi, tapi kebanyakan kita tidak mempersiapkan amal untuk di akhirat nanti. Kita memprsiapakn materi, namun kita melupakan ibadah dan kebaikan yang nantinya justru akan jadi modal kita ketika mati.

Kalau orang tua saya bilang, yang namanya rizki dan hidup, itu semua udah ada takdirnya, udah ada yang ngatur. Gimana nanti aja. Kalau kita menanam baik, suatu saat nanti kita pun akan mendapat kebaikan di masa masa tua atau bahkan ketika kita mati. 

Jadi, ia lebih menanamkan sisi agama dari pada keduniaan. Bener juga saya pikir, kita telah banyak terlena dengan jaminan dari asuransi, yang kadang malah menjadi bumerang bagi kita sendiri. Sementara kita lupa akan amal yang sebaiknya kita persiapkan, justru kita terlena dengan dunia.

Orang tua saya, yang hanya penjahit biasa, dia bisa menyekolahkan anaknya, tiga tiganya ke universitas negeri. Padahal orang tua saya hanya lulusan setingkat SMA, ia ga pernah ikut yang namanya asuransi atau apapun itu, yang dia percaya bahwa setiap anak punya rejekinya sendiri, dan entah dari mana, akhirnya orang tua saya berhasil menyekolahkan anak anaknya sampe lulus.

Dan banyak cerita lainnya yang mengisaratkan keberhasilan orang tua, dia cuma modal nekat. Mereka tau, bahwa Alloh lah yang menjamin, bukan meminta jaminan dari asuransi. Mereka percaya, bahwa selama mau berusaha, rizki pasti ada dan tuhan akan selalu memberikan rizki kepada yang mau berusaha. Ya, tulah kenapa kita perlu mempertanyakan kembali, kenapa kita harus ikut asuransi.

Fariza Indrianto Cerita Anak Kost Updated at: Thursday, June 13, 2013

{ 14 komentar... read them below or add one }

budi os 19 said... Reply Comment

kalo saya emang udah di ikut sertain dari kantor bang...tinggal potong dari gaji tiap bulan buat asuransi.. :)

infosaja.com said... Reply Comment

Biasanya alasannya untuk jaminan kesehatan dimasa depan kelak,serta jaminan hidup yang nyaman pula Mas.

agus bg said... Reply Comment

masalahnya terkadang ribet, apalagi jika kantornya jauh dan kita tinggal di desa, saat terjadi kecelakaan perlu dana cepat, sedangkan ansuransi masih perlu proses inilah itulah hingga memakan waktu, belum tentu langsung keluar...

Muroi El-Barezy said... Reply Comment

nais inpoh gan, beberapa orang pernah juga menawarkan asuransi kepada saya, sampai saat ini saya masih mempertimbangkannya,mungkin ini jadi tambahan referensi buat saya

anisayu said... Reply Comment

pegawai negri , atau pekerja kantoran biasanya telah diwajibkan ikut asuransi , tetapi buat petani seperti saya mesti daftar sendiri ya..

dan memang ada betulnya adanya asuransi tak kuatir ada ada-ada terjadi

tetapi semoga selalu selamjt dimanapun kita berada

amin..

cak oni said... Reply Comment

kalau untuk saat ini saya sedang tidak butuh asuransi kang , tapi mungkin nanti ketika sudah bekerja mungkin saya akan membutuhkannya

emmethe said... Reply Comment

iiya ya ... kita terpaku pada dunia kalo melihat untungnya asuransi ...
membuat tabungan Amal kebaikan untuk dunia akherat lebih penting ^_^

zigzoor Thea said... Reply Comment

artikel yang sangat bermanfaat sekali sob, terima kasih sudah berbagi informasi.

zachflazz said... Reply Comment

kalo saya sih berangkat dari perspektif berikhtiar, diniatkan mengikuti asuransi yang syari'ah dan berharap tetep tidak terjadi risiko. makanya saya ambil yang selain taking a risk, juga ambil misi investasinya.

Rawins said... Reply Comment

aku malah mumet tiap beberapa hari sekali pasti ada yang nelpon nawarin asuransi. yang awalnya rada kepengen lama lama bludreg sendiri

*sopo yg nyebar nyebarin no telponku ya..?

febriansyah haq said... Reply Comment

Tapi katanya ikut asuransi itu haram gan.

cerita anak kost said... Reply Comment

@budi. lebih enak emang yang langsung dari kantor gan, beres dan cepet. ga perlu ribet.

cerita anak kost said... Reply Comment

@anisa. ehm.. bener juga ya, kalau yang petani gimana ya? tapi semoga tidak terjadi apa apa, itu yang paling penting mba. :D

cerita anak kost said... Reply Comment

@rawins. ane engga loh gan. hehehe

Post a Comment